Tilang Elektronik Dan Keseramannya

Tilang Elektronik Dan Keseramannya

mediaindonesia.web.id Kamu yang suka melawan peratruan atau melanggar peraturan,kini tidak perlu takut tidak akan ditilang.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Tilang Elektronik Dan Keseramannya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Tilang Elektronik Dan Keseramannya

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement ( ETLE) di berbagai ruas jalan DKI Jakarta. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menyatakan, selain mampu menangkap pelanggaran lalu lintas, kamera ETLE juga mempunyai fungsi lain, yaitu bisa membantu mencari pelaku kriminal. “Di samping pelanggaran lalu lintas, kamera ini bisa juga dimanfaatkan untuk mencari dan mengungkap identitas tindak kejahatan yang dapat memicu tindak pidana. Jadi ketika mereka melakukan aksinya menggunakan kendaraan, terekam kamera ETLE, kita tinggal langsung sesuaikan dengan database,” katanya NTMC Polda, Kamis (13/2/2020).

“Jadi cukup memudahkan petugas dalam menciptakan kondisi aman dan nyaman di jalan,” ujar Fahri. Ia juga mengingatkan bagi para pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan tertib berlalu lintas. Sebab, melalui tilang elektronik, pelanggar tidak bisa mencari alasan atau pembenaran lagi. “Pelanggar akan kita berikan surat konfirmasi dan tilang ke alamat yang sesuai dengan identifikasi dan registrasi (regident) yang tercantum di STNK masing-masing. Dalam surat itu, ada gambar saat pengemudi melakukan pelanggaran, jadi tidak bisa beralasan,” katanya.

ETLE yang terpasang di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin dan jalur transjakarta koridor 6. Supaya memperluas pemanfaatannya, pihak Polda Metro Jaya berencana untuk menambah 45 unit kamera lagi. “Mulai dari Kota Tua sampai dengan Harmoni, kemudian Medan Merdeka Barat, Thamrin, Sudirman, dan Blok M. Kemudian dari Grogol dan Gatot Subroto sampai ke Halim. Selanjutnya, Rasuna Said, Kuningan, dari mulai Cawang hingga Cempaka Putih,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf. Selain itu, kamera ETLE juga akan dipasang di jalan tol dalam kota dan busway yang bekerja sama dengan PT Jasa Marga (Persero) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).Guna membuat jera para pelanggar lalu lintas, Ditlantas Polda Metro Jaya telah mengembangkan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement ( ETLE) dengan menggunakan kamera pengawas, alias CCTV. Kamera ini pun sudah mulai terpasang dan beroperasi sejak tahun lalu. Bahkan setelah menyasar pengguna mobil, mulai Februari 2020, ETLE juga sudah dikembangkan untuk menangkap pelanggaran yang dilakukan sepeda motor. Lantas bagaimana kamera tilang elektronik ini bekerja? Dijelaskan sebelumnya oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, ETLE memiliki fungsi utama untuk membantu polisi dalam penegakkan hukum dalam aturan berlalu lintas.

“Kamera yang terpasang akan dipantau oleh petugas TMC Polda Metro Jaya di ruang terpisah. Kamera tersebut mampu menangkap gambar lalu akan dikaji oleh petugas mengenai jenis pelanggarannya, nomor polisi kendaraan akan terekam dan disesuaikan dulu dengan databese yang sudah ada,” ujar Fahri beberapa waktu lalu. Setelah dikonfirmasi jenis pelanggarannya, petugas akan meng-capture gambar pelanggaran untuk selanjutnya dijadikan bukti otentik. Petugas akan mengirimkan data pelanggaran bersama biaya denda pelanggaran langsung ke alamat pelanggar. Untuk jenis kamera yang terpasang atau yang dimiliki oleh Ditlantas Polda Metro Jaya, memiliki spesifikasi berbed-beda. Pertama dilengkappi dengan fitur Automatic Number Plat Recognition (ANPR) yang mampu mendeteksi jenis pelanggaran marka dan lampu lalu lintas.

Kedua, kamera check point yang dapat mendeteksi jenis pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk keselamatan, dan penggunaan ponsel oleh pengemudi mobil. Lantas yang ketiga adalah kamera speed radar. Kamera ini dikoneksikan dengan kamera check point untuk mendeteksi kecepatan kendaraan yang melintas. Kamera tilang ETLE mampu menjangkau semua kendaran yang berada dalam radius 20-30 meter dari titip penempatan kamera. Pemindaian pengendar juga bisa dilakukan dengna cepat dalam hitungan detik.

Pada waktu tertentu seperti malam hari, kamera akan mengeluarkan sekelebat cahaya secara cepat. Hal itu menandakan bahwa kamera sedang berkerja menangkap gambar dan rekaman gerak dari pengendara. Saat data kendaraan sesuai dengan data seperti jenis kendaraannya, warna kendaraannya, serta nomor polisinya, maka bisa dipastikan data tersebut valid dan diterbitkannya surat konfirmasi kepada pelanggar.

Tilang elektronik alias electronic traffic law enforcement ( ETLE), menjadi solusi untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas yang kerap dilakukan oleh pengendara mobil maupun sepeda motor. Dengan pengawasan kamera cangih yang bisa mengenali jenis-jenis pelanggaran, diharapkan masyarakat pengguna kendaraan bisa lebih tertib dalam berlalu lintas. Perlu untuk diketahui, sistem tilang ETLE ini berbeda dengan versi konvensional. Lantaran semuanya beroperasi melakui komputer, maka tida akan ada petugas kepolisian di lapangan yang akan melakukan penindakan

Baca Juga : JCC Jadi Ajang Pamer Produk Elektronik

Pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera akan diproses melalui sistem data TMC Polda Metro Jaya. Akan ada petugas yang melakukan pengecekan identitas kendaraan dari database registrasi kendaraan bermotor. Usai semuanya dicocokan, petugas tersebut akan membuat surat konfirmasi dan verifikasi yang dikirimkan ke alam rumar pelanggar lengkap bersama foto bukti pelanggaran. Waktu pengiriman diestimasikan berlangsung selama tiga hari setelah pelanggaran.

Konfirmasi yang dimaksud, adalah memberikan ruang atau hak jawab bagi pemilik kendaraan mengenai pelanggaran yang dilakukan atas nama kendaraan yang digunakan. Sebagai contoh, apakah benar kendaraan tersebut dibawa pemilik pribadi atau orang lain yang melanggar. Masa konfirmasi yang diberikan polisi berlaku selama lima hari. Pengendara bisa memberikan jawaban langsung melalui laman resmi etle.pmj.info, aplikasi ETLE-PMJ yang ada di Android Store, atau melalui pokso ETLE Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.

Bila dalam masa waktu lima hari berakhir tanpa ada tanggapan dari pemilik kendaraan, maka polisi akan memblokir Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Petugas juga akan mengirim surat tilang berwarna biru sebagai bukti pelanggaran dan koda pembayaran virtual untuk denda.Untuk mengurus denda tersebut, pelanggar bisa langsung membayar ke bank yang ditunjuk, kemudian melanjutkan dengan menyerahkan bukti pembayaran ke polisi. Proses ini pun tak memerlukan sidang, tapi bila ada pelanggar yang merasa tidak bersalah dan memilih ikut sidang, akan diberikan waktu selama tujuh hari.

Sepekan diterapkannya tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement ( ETLE), polisi berhasil merekam 1.201 pengguna sepeda motor yang melanggar aturan lalu lintas.Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, dari semua pelanggaran yang masuk dalam katerogir ETLE, palin mendominasi pengguna motor yang menerobos masuk ke jalur Transjakarta.”Jenis pelanggaran yang paling banyak terjadi yaitu pelanggaran sepeda motor melintas jalur Transjakarta, jumlahnya mencapai 625 pelanggaran,” ujar Fahri, dari NTMCPolri, Selasa (11/2/2020).

Untuk lokasi pelanggaran terbanyak, masih sama dengn sebelumnya, yakni berada di busway Koridor 6 (Rute Ragunan-Dukuh Atas 2), Jakarta Selatan.Dok Ditlantas Polda Metro Jaya via ANTARA Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat 167 pengemudi sepeda motor terekam kamera tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) pada hari pertama, Jumat (1/2).Berdasarkan pantauan kameran ETLE, menurut Fahri jumlah pelanggaran di kawasan tersebut mencapai 383 pengguna motor. Jenisnya terdiri dari 368 melintas jaur Transjakarta, dan sisanya berkendara tanpa mengenakan helm.

Seperti diketahui, tilang elektornik motor telah dilakukan mulai 1 Februari 2020 lalu. Sedangkan untuk implementasi penuh atau penegakkan hukumnya diterapkan pada 3 Februari 2020.Kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman – MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020.terpasang Saat ini ada 12 kamera ETLE yang dipasang untuk sistem tilang elektronik motor. Kamera tersebut terpasang di sepanjang Jalan Sudirman – Thamrin serta jalur Transjakarta koridor 6.

Related posts