Beberapa Film Indonesia yang Diadaptasi dari Novel

Beberapa Film Indonesia yang Diadaptasi dari Novel

Mediaindonesia.web.id – Industri perfilman Tanah Air semakin diminati oleh publik. Tidak mengherankan jika rumah-rumah produksi film semakin gencar dalam meningkatkan kualitas perfilman. Untuk menghasilkan film yang menarik, beberapa film Indonesia diadaptasi dari sebuah novel.

Saat ini, industri film Indonesia sedang diramaikan oleh dua film yang diadaptasi dari novel. Film Bumi Manusia dan Perburuan diadaptasi dari novel sastra karya Pramoedya Ananta Toer. Bahkan, Bumi Manusia sempat menduduki trending topic di Twitter.

Bumi Manusia berlatar masa penjajahan kolonial Belanda. Mengisahkan tentang perjuangan seorang pribumi dalam melawan pengadilan Belanda. Sedangkan Perburuan berlatar masa penjajahan kolonial Jepang. Perburuan mengisahkan tentang perjuangan seorang shodanco yang berjuang memerdekakan Indonesia.

Berikut film Indonesia yang diadaptasi dari novel di industri film nasional, 10 tahun terakhir.

1. Laskar Pelangi

Film Laskar Pelangi sempat menjadi pembicaraan publik pada 2008. Laskar Pelangi diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama. Laskar Pelangi mengisahkan tentang perjuangan anak-anak di Bangka Belitung dalam segala keterbatasannya. Mereka pantang menyerah untuk menggapai mimpinya.

Bisa dibilang, Laskar Pelangi merupakan film yang sukses di box office Indonesia. Film produksi Miles Films ini berhasil meraih 4,7 juta penonton. Dikabarkan, film Laskar Pelangi telah meraup Rp 165 miliar.

2. Critical Eleven

Critical Eleven rilis pada 5 Mei 2017. Film berjenis drama romantis ini menggandeng Adinia Wirasti dan Reza Rahadian sebagai bintang utama. Film Critical Eleven menjadi film pertama yang diadaptasi dari novel karya Ika Natassa.

Pada pertengahan 2017, Critical Eleven menjadi urutan ke-4 dalam film Indonesia terlaris. Critical Eleven telah disaksikan oleh 877 ribu penonton. Pendapatan kotor yang didapat film Critical Eleven sebesar Rp 30,7 miliar.

Baca Juga : Rumah Kentang The Beginning Bernuansa Horror

3. Danur: I Can See A Ghost

Danur diadaptasi dari sebuah novel berjudul Gerbang Dialog Danur karya Risa Saraswati. Film bergenre horor ini disutradarai oleh Suryadi. Film Danur diramaikan oleh Prilly Latuconsina, Sandrianna Michelle, Shareefa Daanish, Indra Brotolaras, dan Kinaryosih.

Danur mengisahkan tentang kehidupan Risa Saraswati (Prilly Latuconsina) sebagai anak indigo. Film ini berhasil meraih 2,7 juta penonton pada paruh 2017. Pendapatan kotor film Danur ditaksir mencapai Rp 95 miliar.

4. Dilan 1990

Film Dilan 1990 diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq dengan judul yang sama. Diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla, film ini sukses membuat publik baper. Sesuai judulnya, tahun 1990 dipilih untuk menjadi latar film Dilan.

Dilan 1990 mengisahkan tentang perjuangan Dilan (Iqbaal Ramadhan) dalam merebut hati Milea (Vanesha Prescilla). Sejak pertama kali ditayangkan pada 25 Januari 2018, Dilan 1990 sukses meraih 4,3 juta penonton.

acarah hitam putih

Hitam Putih

Mediaindonesia.web.id – Media Indonesia kali ini kembali lagi ke siaran trans 7 ya itu yang bernama hitam putih.siaran ini sangat sukses dan banyak medatangkan tamu-tamu yang luar biasa di setiap acaranya.

Hitam Putih adalah sebuah acara gelar wicara yang ditayangkan Trans7. Acara ini dibawakan oleh mentalist Indonesia, Deddy Corbuzier. Setiap acaranya menyampaikan tema-tema inspiratif yang dibawakan secara santai. Bintang tamu seringkali dibuat tidak berdaya ketika diberi pertanyaan-pertanyaan Deddy Corbuzier yang kritis. Pada tahun-tahun awal, Deddy Corbuzier seringkali menyelipkan aksi-aksi sulapnya yang khas pada salah satu segment di acara ini. Namun belakangan Hitam Putih lebih fokus pada tema dan pemikiran terhadap fenomena yang diangkat dalam episode kali itu. Sifat Deddy yang spontan dan apa adanya seringkali mengundang gelak tawa dan menjadikan acara ini menarik.

Pada Kamis 16 Januari 2014, Deddy Corbuzier mengumumkan bahwa Hitam Putih di Trans7 resmi berakhir.[1] Berhentinya acara Hitam Putih membuat masyarakat kecewa, karena program televisi yang dipandu oleh Deddy Corbuzier ini dinilai memberi banyak inspirasi. Banyak masyarakat yang meminta agar acara ini ditayangkan kembali. Hitam Putih kembali mengudara pada 3 Februari 2014 dan ditayangkan setiap Senin sampai Jumat pada pukul 18.30 WIB.

Co-Host

  • Okky Lukman
  • Dede Sunandar
  • Nycta Gina
  • Amanda Zevanya
  • Acha Sinaga
  • Chika Jessica
  • Rico Ceper

Baca juga : Pos Metro Medan

Penghargaan : 

  •  2011 Panasonic Gobel Awards 2011 Program Talkshow Hiburan Nominasi
  • 2012 Panasonic Gobel Awards 2012 Program Talkshow Hiburan Nominasi
  • 2013 Panasonic Gobel Awards 2013 Program Talkshow Hiburan Nominasi
  • 2014 Panasonic Gobel Awards 2014 Program Talkshow Hiburan Nominasi
    Indonesian Choice Awards 2014 TV Program Of The Year Menang
  • 2015 Panasonic Gobel Awards 2015 Program Talkshow Hiburan Menang
    Indonesian Choice Awards 2015 TV Program Of The Year Nominasi
  • 2016 Indonesian Choice Awards 2016 TV Program Of The Year Nominasi
    Panasonic Gobel Awards 2016 Program Talkshow Nominasi
    Indonesian Television Awards Program Prime Time Non-Drama Terpopuler Nominasi
    Program Inspiratif Terpopuler Menang
  • 2017 Indonesian Choice Awards 2017 TV Program Of The Year Nominasi
    Indonesian Television Awards 2017 Program Inspiratif Terpopuler Menang
    Indonesian Television Awards 2017 Program Prime Time Non-Drama Terpopuler Nominasi
    Panasonic Gobel Awards 2017 Program Talkshow Nominasi
    Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia 2017 Program Talkshow Nominasi
  • 2018 Panasonic Gobel Awards 2018 Entertainment, Variety & Talkshow Nominasi
pos metro

Pos Metro Medan

Mediaindonesia.web.id – Kembali lagi dengan media Indonesia kali ini kita akan membahas sejarah dari harian pos metro medan. Setiap orang pasti membutuhkan informasi yang terjadi sehari-hari yang di luar dari jangkauan kita Pos Metro sudah cukup lama membantu dan membagikan informasi yang banyak orang butuhkan.

Pos Metro Medan (sebelumnya bernama Radar Medan di antara pada tanggal 1 Januari 2000 sampai dengan 30 September 2001) adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Sumatra Utara dengan format hukum & kriminal. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos yang berantor pusat terletak di Gedung Graha Pena di Jalan Sisingamangaraja Nomor. 134 Kilometer 8,5 dari kelurahan Timbang Deli, kecamatan Medan Amplas, kota Medan (ibu kota Provinsi Sumatra Utara).

Sejarah

Radar Medan (1 Januari 2000-30 September 2001)
Pada tanggal hari Sabtu, 1 Januari 2000, Pos Metro Medan yang sebelumnya dikenal sebagai Radar Medan sebuah surat kabar harian pertama kali yang terbit di Sumatra Utara.

Sumut Pos & Pos Metro Medan (1 Oktober 2001-sekarang)
Pada tanggal hari Senin, 1 Oktober 2001, Radar Medan sekarang berganti nama menjadi ada 2-surat kabar harian pertama kali terbit di Sumatra Utara seperti:

  • Sumut Pos – sebuah surat kabar harian yang terbit di Sumatra Utara dengan format berita & informasi.
  • Pos Metro Medan – sebuah surat kabar harian yang terbit di Sumatra Utara dengan format hukum & kriminal.

Baca juga : Jejak Petualang

Slogan dan Motto

  • Radar Medan (1 Januari 2000-30 September 2001)
  • Koran Nasional Medan 1 Januari 2000 30 September 2001
  • Pos Metro Medan (1 Oktober 2001-sekarang)
  • Koran Nonstop 1 Oktober 2001 31 Januari 2003
  • Criminal News Leader 1 Februari 2003 31 Agustus 2004
  • Menyajikan Fakta Peristiwa Dan Fenomena 1 September 2004 31 Desember 2011
  • Menyajikan Berita Fakta Dan Peristiwa 1 Januari 2012 sekarang

 

Kantor Pusat

  • Gedung Graha Pena
  • Jalan Sisingamangaraja Nomor. 134 Kilometer 8,5
  • Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas
  • Kota Medan 20148
  • Provinsi Sumatra Utara, Indonesia
  • Telepon: (62-61) 788 1661
  • Faksmili: (62-61) 788 1733

Pranala luar
Artikel bertopik berita, surat kabar, atau jurnalisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu media Indonesia dengan mengembangkannya.

Terima kasi telah membaca artikel ini semoga ini dapat membantu anda dalam mencari informasi yang anda butuhkan. semoga yang anda cari bisa di dapat dalam atrikel ini dan memberi wawasan yang lebih luas lagi.

lapton si unyil

Laptop Si Unyil

Mediaindonesia.web.id – Halo pecinta media Indonesia kali ini kita akan membahas Lapton si unyil sama dengan sebelumnya kali ini juga berasal dari siaran trans 7.

Laptop Si Unyil adalah sebuah acara anak-anak yang tayang pertama kali di Trans7 mulai tanggal 19 Maret 2007 setiap hari Senin sampai Jumat pukul 13.00 WIB, dan kemudian dilanjutkan dengan Buku Harian Si Unyil Yang ditayangkan setiap hari Sabtu dan Minggu.

Perbedaan karakteristik dari kedua program ini adalah pada tayangan laptop si unyil lebih menggali mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi serta membahas juga mengenai permainan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. sedangkan buku harian si unyil lebih mengajak anak-anak untuk berwisata serta mengenal permainan yang menjadi ciri khas suatu daerah tertentu, atau yang bersifat menghibur tapi tetap mendidik.

Di dalam kedua tayangan ini si unyil akan bertindak sebagai seorang pengamat yang akan bertutur dan bercerita kepada pemirsanya mengenai apa yang sedang dibahas setiap episodenya. si unyil sendiri biasanya akan aktratif di dalam setiap tayangannya entah itu peci-nya yang jatuh, atau unyil terjepit di antara “barang-barang”.

Selain itu dalam tayangan laptop si unyil ada segmen animasi yang bertutur melalui bentuk tayangan kartun serta ada seorang ipat, satu-satunya anak yang bisa berkomunikasi serta berinteraksi dengan si unyil

Namun Unyil tidak meninggalkan teman-temannya dahulu seperti Usro atau melani. Makanya dalam tayangan Laptop Si Unyil masih menampilkan sesi panggung yang menceritakan interaksi Unyil dengan kawan-kawannya serta tokoh lainnya seperti Pak Ogah dan Pak Raden.

Baca juga : Si Bolang

Tokoh : 

Unyil, Ucrit, dan Usro
Ketiga karakter ini merupakan karakter utama dalam film Si Unyil

Pak Raden
ia memiliki karakter jawa yang kental. Kain beskap berwarna hitam lengkap dengan blangkon dan tongkat dengan pegangan mirip gagang payung dan disertai dengan kumis tebal yang melintang merupakan ciri khas Pak Raden. Segala sesuatu yang dikerjakan selalu mengacu pada primbon kesayangan nya. Selalu berusaha menghindar bila ada kerjabakti di desa Sukamaju dengan alasan penyakit encoknya kambuh.
Tokoh Pak Raden ini juga memiliki sifat yang pelit terhadap tetangganya, sehingga seringkali buah mangganya dicuri oleh Pak Ogah. Seperti halnya kebanyakan tokoh yang memiliki darah biru, Pak Raden juga memelihara burung perkutut serta memiliki bakat seni lukis yang mumpuni. Pak Raden juga mempunyai tawa khas yang menggelegar. Selain itu pula sifat jelek Pak Raden adalah cepat naik darah alias pemarah.

Pak Ogah
Ia dikenal sebagai seorang tunakarya yang kepalanya gundul dan kerjanya sehari-hari adalah duduk di pos ronda dan meminta uang dari orang-orang yang lewat.
Dua kalimat Pak Ogah yang paling terkenal adalah, “Ogah, aah” dan “Cepek dulu dong.” Ogah adalah bahasa sehari-hari untuk mengatakan “tidak”, biasanya karena kemalasan. Misalnya apabila seseorang diajak temannya untuk pergi ke suatu tempat, tetapi ia ingin tinggal di rumah, ia dapat berkata, “Ogah, aah.” Perlu diperhatikan bahwa kata “ogah” ini memiliki konotasi kurang sopan bila digunakan kepada orang yang lebih tua atau lebih tinggi status sosialnya.
“Cepek” sebenarnya berarti seratus, diserap dari dialek Hokkian dan dalam hal ini adalah satu keping uang logam seratus Rupiah. Pak Ogah dalam film seri biasanya hanya mengijinkan orang lewat di depan pos rondanya bila mereka memberinya seratus rupiah atau cepek terlebih dahulu.
Karena ketenaran seri Si Unyil, kata Pak Ogah kemudian memasuki wahana populer dan menjadi istilah umum untuk menyebut semua tunakarya yang lebih senang bermalas-malasan atau melakukan pekerjaan ringan. Misalnya di perempatan jalan yang sibuk, sering kali karena satu alasan atau yang lain tidak ada petugas polisi yang mengatur lalu-lintas, seseorang yang bukan petugas polisi namun kemudian mengatur arus kendaraan dan meminta uang sebagai imbalan sering disebut “Pak Ogah”.

Tokoh-tokoh lain

  • Kinoy
    Adik dari Unyil
  • Meilani
    Teman bermain Unyil dan kawan-kawannya. Meilaini melambangkan salah satu tokoh keturunan Tionghoa yang berasimilasi dalam masyrakat Indonesia.
  • Tina
  • Bun Bun
    Adik dari Meilani
  • Pak Ableh
    Teman Pak Ogah yang tinggal bersama di Pos Siskamling
  • Cuplis
    Teman bermain Unyil dan kawan-kawannya. Potongan rambutnya yang gundul membuatnya terlihat berbeda dengan teman-temannya
  • Pak Lurah dan Pak Hansip
  • Endut
    Teman bermain Unyil dan kawan-kawannya. Endut pada kesehariannya lebih dekat dan bermain dengan Cuplis akan tetapi selalu berseteru dengan Unyil dan kawan-kawan..
  • Bok Bariah’
    Tokoh Madura di kampung Unyil yang berjualan rujak. Kalimat ‘Bok’ adalah bahasa Madura. Mewakili kata Bu dalam bahasa Indonesia.
  • Ayah dan Ibu Unyil
  • Bu Raden
  • Orang Gila
  • Bibi Cerewet
  • Jontor alias Joni
    Keponakan Bibi Cerewet yang bergaya ibukota lengkap dengan kacamata hitam dan walkman di telinganya
  • Tina alias Tineke
    Keponakan Pak Raden