Harian Matahari

Harian Matahari

Harian Matahari – Pertama kali di Semarang yang dirintis oleh Kwee Hing Tjiat dibantu oleh koleganya yang bernama Oei Tiong Ham pada tanggal 1 Agustus 1934 sebuah surat kabar berbahasa Melayu dan Cina.

Awalnya, Kwee Hing Tjiat ingin memberi nama surat kabar ini Merdika dan mengecat merah kantornya. Sayangnya, niatan tersebut urung diwujudkan karena dilarang oleh Pemerintah Belanda kala itu. Nama surat kabar ini pun diganti menjadi Matahari.

Pada zaman kolonial Belanda, sekitar tahun 1930-an satu-satunya koran yang terbit di Yogyakarta berhuruf latin berbahasa Jawa adalah Sedya Tama. Direksi penerbitan koran tersebut adalah R. Roedjito dan dicetak oleh penerbit Mardi Moelja. Pimpinan redaksi dipercayakan pada Bramono (Alfonsius Soetarno Dwijosarojo). Ketika Indonesia berada di bawah pendudukan Jepang segalanya kemudian dikuasainya, termasuk media komunikasi massa seperti surat kabar, majalah, kantor berita, radio, film, sandiwara dan sebagainya.

Pada tahun 1942 masa pendudukan Jepang, Sendenbu (barisan propaganda Jepang) masih membiarkan Sedya Tama terbit tetapi dengan syarat harus menggunakan bahasa Indonesia. Namun karena adanya banyak tekanan dari pemerintah Jepang akhirnya R. Roedjito segera menutupnya.

Baca Juga:

Selanjutnya kantor yang terletak di Jl. Malioboro itu (sekarang sebelah selatan Hotel Garuda) dirampok oleh Jepang. Kemudian dijadikan sebagai kantor penerbitan koran Jepang dengan nama Sinar Matahari. Para pemuda Yogyakarta yang dimusuhi Belanda waktu itu bekerja di harian Sinar Matahari. Waktu itu dipimpin oleh Raden Mas Gondhojuwono (ex interneer Digul). Juga para pemuda lain seperti Bramono, Soemantoro dan Samawi.

Karena kebutuhan rakyat akan informasi tentang perkembangan yang terjadi di Indonesia dan dunia pada umumnya, maka muncul tekad Samawi dan teman-teman untuk menerbitkan koran baru. Tanggal 26 September 1945, segel Harian Sinar Matahari dibuka. Nama baru akhirnya diperoleh dari Mr. Soedarisman Poerwokoesoemo (ketua KNID Yogyakarta), yaitu Kedaulatan Rakyat.

Harian Andalas

Harian Andalas

Harian Andalas – Diterbitkan 14 Juli 2005, sebuah surat kabar harian yang pertama kali di Medan, Sumatera Utara. Gaya pemberitaannya pun non-sekterian, tidak primordial, menjauhi prasangka atas asal usul keturunan, ras, suku ataupun agama.

surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Topiknya bisa berupa even politik, kriminalitas, olahraga, tajuk rencana, cuaca. Surat kabar juga biasa berisi karikatur yang biasanya dijadikan bahan sindiran lewat gambar berkenaan dengan masalah-masalah tertentu, komik, TTS dan hiburan lainnya.

Ada juga surat kabar yang dikembangkan untuk bidang-bidang tertentu, misalnya berita untuk politik, property, industri tertentu, penggemar olahraga tertentu, penggemar seni atau partisipan kegiatan tertentu.

Baca Juga:

Jenis surat kabar umum biasanya diterbitkan setiap hari, kecuali pada hari-hari libur. Surat kabar sore juga umum di beberapa negara. Selain itu, juga terdapat surat kabar mingguan yang biasanya lebih kecil dan kurang prestisius dibandingkan dengan surat kabar harian dan isinya biasanya lebih bersifat hiburan.

Kebanyakan negara mempunyai setidaknya satu surat kabar nasional yang terbit di seluruh bagian negara.

Pemilik surat kabar adalah pihak penanggung jawab dalam kaitannya dengan keberlangsungan medianya. Redaktur adalah beberapa jurnalis yang bertanggung jawab atas rubrik tertentu. Sedang yang bertanggung jawab terhadap isi surat kabar disebut editor. Di samping kemutlakan adanya peran wartawan, pewarta atau jurnalis yang memburu berita atas instruksi dari redaktur atau pemimpin redaksi.

Pengasuh harian Andalas sebagian merupakan pemilik modal harian Analisis. Harian in pun telah dibeli sahamnya oleh pengusaha iklan Star Indonesia dari harian Analisis. Sejumlah nama yang yang dulunya ada di harian Analisis bekerjasama dengan Dr Indra Wahidin dan pengusaha iklan Iskandar ST untuk menerbitkan harian Andalas.

Harian ini berkantor di Jalan Tengku Amir Hamzah No. 182, 184, 186, Medan.