Harian Matahari

Harian Matahari

Harian Matahari – Pertama kali di Semarang yang dirintis oleh Kwee Hing Tjiat dibantu oleh koleganya yang bernama Oei Tiong Ham pada tanggal 1 Agustus 1934 sebuah surat kabar berbahasa Melayu dan Cina. Awalnya, Kwee Hing Tjiat ingin memberi nama surat kabar ini Merdika dan mengecat merah kantornya. Sayangnya, niatan tersebut urung diwujudkan karena dilarang oleh Pemerintah Belanda kala itu. Nama surat kabar ini pun diganti menjadi Matahari. Pada zaman kolonial Belanda, sekitar tahun 1930-an satu-satunya koran yang terbit di Yogyakarta berhuruf latin berbahasa Jawa adalah Sedya Tama. Direksi penerbitan…

Read More