Beberapa Film Horor Indonesia Paling Seram

Beberapa Film Horor Indonesia Paling Seram

Mediaindonesia.web.id – Meski bikin takut, salah satu daya tarik film horor adalah karena penasarannya. Nah, harus diakui kalau sekarang ini film horor Indonesia sudah mengalami banyak kemajuan yang gak kalah dengan film-film horor luar. Premis misteri yang dikemas dengan cerita horor mampu membangkitkan adrenalin sekaligus rasa takut yang kadang bikin kepikiran. Apalagi beberapa film di bawah ini. Diakui sebagai film horor Indonesia paling seram, kamu paling takut nonton yang mana sih?

1. Jelangkung (2001)
Kamu pasti gak asing lagi deh mendengar kalimat “Datang tak dijemput, pulang tak diantar…” tagline tersebut berasal dari film Rizal Mantovani yang tayang tahun 2001. Mengangkat cerita soal legenda kuno pemanggilan arwah, dijamin kamu bakalan auto mimpi buruk setelah nonton!

2. Pocong 2 (2006)
Diperankan oleh Revalina S Temat, Ringgo Agus Rahman dan Risty Tagor, film ini diakui menjadi salah satu film horor paling seram yang menyuguhkan cerita yang sangat relate dengan kehidupan sehari-hari. Bikin bulu kuduk berdiri sepanjang nonton, kamu sudah pernah nonton belum?

3. Kuntilanak (2006)
Salah satu hantu yang paling sering muncul di kebanyakan film horor Indonesia kebanyakan, Kuntilanak yang ini bisa dibilang yang paling seram dan berhasil bikin kepikiran bahkan setelah selesai nonton. Film ini diperankan oleh Evan Sanders dan Julie Estelle serta disutradarai oleh Rizal Mantovani.

4. Rumah Dara (2010)
Gak melulu soal hantu, horor thriller menjadi genre yang menyeramkan dan bisa bikin penontonnya ketakutan bukan main. Seperti yang dilakukan oleh Rumah Dara yang tayang tahun 2010 ini. Diperankan oleh Shareefa Danish, film ini bercerita tentang pembunuhan sadis yang sarat akan pembantaian dan darah. Cocok buat kamu yang suka jenis film gore.

5. Danur (2017)
Diperankan oleh Prilly Latuconsina, ceritanya adalah tentang Risa yang berteman dengan makhluk tak kasat mata. Film yang diangkat dari buku karya Risa Saraswati ini mampu bikin penonton merinding sepanjang film. Sudah nonton belum?

6. Kuntilanak 2 (2018)
Sebagian besar pemainnya adalah anak kecil, nyatanya Kuntilanak 2 mampu menghadirkan cerita yang gak kalah menarik untuk ditonton. Film besutan sutradara Jose Purnomo ini berhasil bikin penonton kagum dengan kengerian natural yang disuguhkan. Apalagi lantunan lagu Lingsir Wengi yang cukup melegenda menjadi salah satu soundtrack paling bikin frustasi di film ini. Serem!

Baca Juga : Fakta Menarik Film SIN Yang Diangkat Dari Novel

7. Sebelum Iblis Menjemput (2018)
Mendapat sambutan meriah saat penayangannya, film yang diperankan oleh Chelsea Islan dan Pevita Pearce ini mampu bikin syok saking seramnya. Teror yang padat dibarengi dengan gore yang cukup jelas, Sebelum Iblis Menjemput merupakan salah satu film horor layak tonton

8. Kafir (2018)
Film horor yang mengambil setting era 70 hingga 80an membuat Kafir memiliki daya tarik tersendiri bagi penonton. Apalagi film ini dikemas dengan misteri yang bikin frustasi serta skoring yang kece. Must watch!

9. Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018)
Menuai banyak pujian, film karya Anggi Umbara dan Rocky Soraya ini mampu menghidupkan kembali nostalgia ratu horor Suzzanna. Pemeran utamanya, Luna Maya, mampu mengecoh penonton dengan akting dan kepiawaiannya berakting.

10. Pengabdi Setan (2017)
Menjadi pelopor dari semua film horor dengan premis penyembahan berhala, film karya Joko Anwar ini mampu meraih kesuksesan saat penayangannya. Bikin stres, frustasi hingga mimpi buruk setelah nonton, kamu yang belum menyaksikannya harus banget memasukkan Pengabdi Setan dalam daftar tontonanmu.

Film Ikut Aku Ke Neraka

Film Ikut Aku Ke Neraka

Mediaindonesia.web.id – Dari judulnya saja, Ikut Aku Ke Neraka sudah pasti mengingatkan kita pada film karya sineas Sam Raimi, Drag Me To Hell yang dirilis 10 tahun silam. Tentu saja Ikut Aku Ke Neraka bukan versi Indonesia Drag Me To Hell.

Lewat Ikut Aku Ke Neraka, sineas Azhar Kinoi Lubis dan Fajar Umbara mencoba menciptakan semesta kecil dengan menempatkan pasangan muda sebagai poros. Ada pewarnaan dan lokasi yang khas dalam Ikut Aku Ke Neraka. Ini memudahkan kita untuk mengingat detail karakter. Cukupkah ini untuk mencuri perhatian penonton?

Ikut Aku Ke Neraka menampilkan pasutri Rama (Rendy) dan Lita (Clara) yang menempati rumah baru. Lita yang hamil tua akhirnya melahirkan seorang bayi. Sejak anaknya lahir, Lita makin kerap diteror penampakan perempuan berambut panjang. Tak hanya menampakkan diri, sosok ini beberapa kali muncul di kamar bayi bahkan menggendong anak Lita. Panik, Lita menceritakan ini pada suami. Awalnya Rama tak percaya.

Suatu hari, dalam perjalanan memakai mobil, Rama merasakan kehadiran makhluk tak kasat mata. Sadar bahwa yang dikatakan istrinya benar, Rama mengundang Adam (Rifnu), seorang cenayang untuk melacak keberadaan makhluk halus. Terpisah, ada pasien rumah sakit jiwa bernama Sari (Cut) yang dirawat dokter Shinta (Sara) dan Suster Widya (Rini). Seperti Lita, Sari kerap diteror hantu perempuan berambut panjang.

Semesta Kecil Nan Mencekam

Menggunakan pewarnaan yang cenderung cerah untuk desain interior rumah dan suasana remang berkabut untuk jalanan dan lingkungan rumah sakit, Ikut Aku Ke Neraka mencoba menciptakan semestanya sendiri.

Semesta kecil berisi teror dan kepanikan dari pasangan yang tak punya referensi soal makhluk gaib. Mulanya kedua tokoh utama panik, lalu Adam yang hadir di tengah jalan menjelma menjadi cermin. Ia jadi alat kilas balik untuk menengok penyebab teror dan mencari solusi.

Sepanjang cerita kita mendapati tokoh utama film ini berada di rumah, kantor desa, rumah cenayang, dan sesekali berpindah ke rumah sakit.

Mata rantai yang menghubungkan tokoh utama dan rumah sakit jiwa dijalin dengan cukup rapi. Paruh pertama film ini membuat kita bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga Lita. Sayang, memasuki paruh kedua para tokoh justru kurang berkembang.

Baca Juga : Sonic The Hedgehog Akan Ditunda Karena Revisi

Sekilas Mengingatkan pada Film Kafir

Bagaikan ruang yang terus menyempit, tokoh-tokoh Ikut Aku Ke Neraka makin depresi kemudian redup. Adam sebagai titik cerah tidak setangguh yang dibayangkan. Hantu yang menyakiti mengingkari motivasi semula, yakni untuk menyampaikan pesan. Yang terjadi kemudian, tokoh utama seolah dibiarkan sendiri sementara kondisi di sekitar makin berdarah-darah. Sebagai sebuah horor, atmosfer Ikut Aku Ke Neraka sebenarnya sudah menemuhi kriteria mencekam.

Sinematografinya syahdu, penyuntingan gambarnya tidak mengganggu penonton dalam mengikuti jalan cerita. Gaya Azhar dalam mengemas film ini, sekilas mengingatkan kita pada karya sebelumnya, Kafir Bersekutu dengan Setan. Bedanya, naskah film Kafir memungkinkan sejumlah tokoh bergerak leluasa dan diberi latar belakang terang. Alurnya pun penuh kejutan.

Latar yang terang memungkinkan para aktor mengintepretasi peran dengan lebih bertenaga. Itu sebabnya tokoh Sri begitu berkesan dan performa Putri Ayudya diganjar nominasi Piala Citra. Di sini, kami jatuh cinta pada keteguhan Lita. Namun paruh kedua film ini membuat perkembangan Lita seolah jalan di tempat. Begitu pun karakter-karakter lain. Sebagai sebuah hiburan, Ikut Aku Ke Neraka masih menarik berkat semesta kecilnya yang mencekam.