Harian Jogja

Harian Jogja

mediaindonesia.web.id – Harian Jogja, sebuah surat kabar yang beredar di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Harian Jogja merupakan anak penerbitan dari Bisnis Indonesia Group. Harian Jogja diluncurkan pada 20 Mei 2008 dengan menerbitkan edisi No. 0000. Sedangkan edisi No. 0001 justru pada hari berikutnya, yakni 21 Mei 2008. Harjo, demikian panggilan koran yang mengusung semboyan Berbudaya.

Tak berselang lama dari saat penerbitan perdana, Harian Jogja pun memperluas layanan melalui penyediaan situs di jaringan Internet dan beberapa bulan kemudian, sebelum genap berusia setahun, versi digital Harian Jogja pun dapat diakses oleh pembaca melalui situs webnya.

Baca juga : Media Kedaulatan Rakyat

Harian Jogja berpindah kantor dua kali. Kantor pertama ditempati 2008-2011 beralamat di Jalan MT Haryono 7B, Kota Yogyakarta. Kepindahan pertama Harian Jogja pada 2011, menempati kantor di Jalan Ipda Tut Harsono No 52 Kota Yogyakarta. Kantor tersebut ditempati hingga 2014. Pada 2014 sampai sekarang, Harian Jogja menempati kantor di Jalan AM Sangaji 41 Kota Yogyakarta. Kepindahan kantor dilakukan bersama dengan radio Star Jogja.

Pada akhir 2015 koran elektronik harianjogja (ePaper) mulai dipasarkan untuk umum dengan berbagai macam pilihan berlangganan yang dapat diakses di epaperharianjogjacom.

ePaper diluncurkan sebagai salah satu pilihan serta solusi bagi para pembaca harianjogja maupun yang belum dan hendak menjadi pembaca harianjogja yang memiliki mobilitas tinggi dan sebagai wujud nyata dukungan harianjogja dalam mengurangi penggunaan kertas (paperless) untuk kesehatan lingkungan yang lebih baik.

Media Kedaulatan Rakyat

Media Kedaulatan Rakyat

mediaindonesia.web.id – Media Kedaulatan Rakyat, surat kabar harian yang terbit di Yogyakarta. KR terbit sejak 27 September 1945.

Surat kabar Kedaulatan Rakyat terbit tiap harinya dengan jumlah halaman yang awalnya hanya 16 halaman, namun ditambah menjadi 24 hingga 32 halaman, dan oplah lebih dari 125.000 kopi.

Semboyan KR adalah Suara Hati Nurani Rakyat, Korannya Rakyat, dan Migunani Tumraping Liyan.

Baca juga : Koran Sindo

Di bawah naungan PT BP Kedaulatan Rakyat Group, Kedaulatan Rakyat memiliki berbagai media, di antaranya media cetak dan media daring sebagai sarana informasi berita. Kedaulatan Rakyat memiliki berbagai konten berita yang terdiri dari Yogyakarta, Jawa Tengah , Nasional, Internasional, Ekbis, Pendidikan, Sport, Lifestyle, wisata , Teknologi dan konten konsultasi penanggalan.

Berita yang diberitakan oleh Kedaulatan Rakyat bersifat up to date selama 24 jam sehingga pembaca dapat mengakses berita kapan saja.

Kedaulatan Rakyat merupakan industri media yang telah dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat di Yogyakarta. Hal tersebut dikarenakan Kedaulatan Rakyat sudah ada sejak lama seiring dengan perkembangan Kota Yogyakarta.

Koran Sindo

Koran Sindo

Koran Sindo, sebuah surat kabar di Indonesia yang terbit perdana pada tanggal hari Rabu, 29 Juni 2005 di Jakarta. Koran Sindo terbit selama 7 hari selama 1 minggu, dengan format ukuran panjang 7 kolom dan tinggi 54 cm.

Target pembacanya adalah masyarakat kelas menengah ke atas, pendidikan Sarjana, segmentasi usia dari 18 tahun sampai dengan 40 tahun. Dengan diferensiasi pembaca laki-laki sebanyak 60% dan pembaca wanita sebanyak 40%.

Baca juga : Cek & Ricek

Harga Koran
Saat perdana terbit, Koran Sindo dihargai Rp 2000,- per eksemplar. Namun, harga tersebut merupakan harga yang sangat terjangkau bila dibandingkan dengan surat kabar lain, terlebih saat itu Harian Sindo terbit dengan 40 halaman setiap hari.

Harga tersebut terus bertahan hingga pertengahan tahun 2006. Saat itu, karena harga kertas yang semakin naik, Koran Sindo pernah dijual dengan harga Rp.4000,- per eksamplar, namun pada tahun 2007, harga tersebut kembali turun menjadi Rp.3.000,- . Untuk Edisi lokal, Koran Sindo hanya dihargai Rp.2500,- per eksemplar.

Koran Sepak Bola
Pada 1 Desember 2010, Koran Sindo meluncurkan koran sepak bola yang bernama Hattrick. Koran ini berisi berita sepak bola. Slogannya adalah Terlengkap dalam Sepak Bola.

Cek & Ricek

Cek & Ricek

mediaindonesia.web.id – Cek & Ricek, sebuah acara televisi di RCTI yang ditayangkan sejak tahun 1997.Acara ini mengungkapkan fakta-fakta berupa kejadian seputar misteri, kehidupan para selebriti, atau tragedi yang mengguncang kehidupan.

Media Cek & Ricek lainnya yang cukup terkenal adalah Tabloid Cek & Ricek yang diterbitkan sejak tahun 1998. Acara ini diproduksi oleh PT. Bintang Advis Multimedia.

Baca juga : Investor Daily

Setelah 21 tahun mengudara dan menjadi pelopor jurnalisme infotainment pertama di Indonesia, tayangan Cek & Ricek akhirnya tewas pada 11 Maret 2018 disebabkan karena banyaknya tayangan kartun anak di RCTI. Walau begitu Tabloidnya masih tetap dicetak sampai sekarang.

Pembawa acara

  • Anandita Witoelar
  • Indah Kirana
  • Fanny Rahmasari (1997 – 2009)
  • Ade Herlina (1998 – 2006)
investor daily

Investor Daily

mediaindonesia.web.id – Investor Daily adalah surat kabar Indonesia yang memberitakan tentang berita ekonomi bisnis , yang mencakup pelaku bisanis dan pengambil keputusan.

Surat kabar berbahasa Indonesia yang didirikan pada 26 Juni 2001 dan merupakan surat kabar yang berkonsentrasi pada kegiatan pasar modal. Pertama kali terbit siang dengan nama Investor Indonesia di bawah pimpinan redaksi Adi Hidayat.

Baca juga : Keng Po

Pemiliknya adalah Tito Sulistio. Namun, pada tahun 2002, Lippo Group masuk sebagai pemegang saham di Investor Group dan saat ini telah menguasai secara penuh saham Investor Group.

Setelah Lippo Group masuk, nama “Investor Indonesia” diubah menjadi “Investor Daily Indonesia”. Selain membahas berita-berita ekonomi bisnis, koran ini juga menambahkan beberapa rubrik lain di antaranya rubrik olahraga, gaya hidup dan kosmopolitan. Sirkulasi Investor Daily mencakup kota-kota bisnis di Indonesia dengan target pembaca pelaku bisnis dan pengambil keputusan.

keng po

Keng Po

mediaindonesia.web.id – Keng po adalah surat kabar bahasa mandarin Indonesia yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1923 dan berperan penting dalam sejarah pers Indonesia saat masa kemerdekaan.

Tjoe Bou San atau Keng Po setelah perbedaan pendapat dengan Hauw Tek Kong, pemimpin harian Sin Po. Harian ini mengalami perkembangan yang pesat di bawah kepemimpinan Khoe Woen Sioe dan Injo Beng Goat.[1] Pada 1 Agustus 1957, Harian Keng Po dilarang terbit oleh pemerintah Indonesia saat itu.

Lihat juga : GTV

Keng Po juga sering memunculkan berita-berita politik di seputar gerakan-gerakan yang kian gencar melakukan gebrakan. Keng Po aktif di dalamnya sebagai koran yang mendukung munculnya revolusi untuk menciptakan tatanan baru dalam kehidupan di Hindia Belanda. Pada 13 September 1924, Keng Po menghujat pemerintah yang melarang dan membatasi rakyat untuk melakukan perserikatan.

Pada zaman pemerintahan Soekarno, koran Keng Po dianggap berkaitan erat dengan Partai Sosialis Indonesia sehingga dibubarkan. Koran yang diterbitkan dalam bahasa Tionghoa-Melayu ini sempat berganti nama menjadi Pos Indonesia. Sebelum terjadi Perang Dunia II, Keng Po bersaing ketat dengan Sin Po dalam menerbitkan berita dan isu politik pada masa itu. Perbedaan antara kedua surat kabar tersebut adalah Keng Po menganjurkan kaum peranakan Tionghoa untuk memilih nasionalisme Indonesia, sedangkan Sin Po lebih menganjurkan nasionalisme Tiongkok.a manusia.

gtv

GTV

mediaindonesia.web.id – GTV atau Global Televisi adalah stasiun tv swasta nasional di Indonesia. dari sebuah stasiun televisi lokal di Jakarta, GTV belakangan meluaskan siaran ke 5 kota besar lainnya.

Mulanya, GTV hanya menayangkan acara dari MTV Indonesia dengan durasi 24 jam. Namun sejak 15 Januari 2005, GTV mulai menayangkan acaranya sendiri dengan membagi jam tayang siaran MTV Indonesia menjadi 12 jam.

GTV memiliki hak siar atas liga balap paling bergengsi di dunia, Formula 1 setelah sebelumnya hak siar Formula 1 dimiliki TPI (sekarang MNCTV), iNews dan Kompas TV, dan kejuaraan dunia balap antar negara, A1. Kedua ajang ini disiarkan GTV sendirian. GTV juga memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Euro 2008, bersama RCTI dan MNCTV.

Baca juga : RCTI

Direktur Utama GTV saat ini adalah David Fernando Audy yang menggantikan Daniel Tatang Hartono.

GTV menjadi hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2010 dan selanjutnya, GTV dan MNCTV menayangkan Liga Utama Inggris selama musim 2010-11 sampai 2012-13. GTV juga pernah menayangkan liga sepak bola Eropa selain Liga Inggris yaitu La Liga, Bundesliga dan Serie A. GTV pernah memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia, bersama RCTI dan MNCTV. Pada tahun 2011, GTV menjadi hak siar resmi SEA Games 2011.

Mulai November 2017, sebulan setelah adanya tayangan acara realitas dalam restrukturisasi dan pergantian nama, GTV tidak menyiarkan siaran langsung acara olahraga lagi, namun GTV tetap menayangkan acara berita olahraga bernama 100% Sport.

TV yang mulanya bernama Global TV didirikan pada tanggal 22 Maret 1999, awalnya dimiliki oleh ICMI dan IIFTIHAR dengan nama perusahaan PT Global Investasi Bermutu.[1] Global TV memperoleh izin siaran pada tanggal 25 Oktober 1999. Sebenarnya, Global TV ditujukan untuk televisi dengan syiar Islam, pendidikan, teknologi dan pengembangan sumber daya manusia.

rcti

RCTI

mediaindonesia.web.id – RCTI atau Rajawali Citra Televisi Indonesia adalah stasiun tv swasta indonesia pertama. Berawal dari perusahaan patungan antara Bimantara Citra 69% dan Rajawali Wirabhakti Utama 30%.

RCTI pertama mengudara pada 13 November 1988 dan diresmikan 24 Agustus 1989 dan pada waktu itu, siaran RCTI hanya dapat ditangkap oleh pelanggan yang memiliki dekoder dan membayar iuran setiap bulannya. RCTI melepas dekodernya pada akhir 1989. Pemerintah mengizinkan RCTI melakukan siaran bebas secara nasional sejak tahun 1990 tetapi baru terwujud pada akhir 1991 setelah membuat RCTI Bandung pada 1 Mei 1991. Sejak Oktober 2003, RCTI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki GTV dan MNCTV. Pada tahun 2004, RCTI termasuk stasiun televisi yang besar di Indonesia. RCTI telah memiliki hak siar atas ajang sepak bola bergengsi Eropa, Euro 2008 bersama GTV dan MNCTV.

Pada tahun 2010, RCTI memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, bersama GTV. Pada tahun 2016, RCTI memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Inggris bersama MNCTV untuk tiga tahun ke depan.

Baca juga : TVRI

Izin siaran
RCTI menerima izin siaran pada 1 Januari 1987 di Jakarta dan sekitarnya dengan dekoder. RCTI berdiri pada 21 Agustus 1987 di Jakarta dan dibangun di atas tanah seluas 10 Hektar. Pada 13 November 1988, RCTI melakukan siaran percobaan pertama kali, selama 4 jam sehari dengan dekoder.

Bermula dari Jl. Raya Pejuangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, RCTI memulai siarannya secara komersial pada 24 Agustus 1989 yang mencakup wilayah Jabodetabek, di mana pada saat itu siaran RCTI diterima secara terbatas untuk pelanggan yang memiliki dekoder di wilayah Jabodetabek.

Meskipun bersiaran lokal di Jakarta, namun ternyata status RCTI pada saat itu adalah televisi berlangganan, bukan televisi lokal. Meski pada saat itu RCTI masih berstatus televisi berlangganan di Jakarta, RCTI sempat menayangkan iklan-iklan bermerek.

Satu tahun kemudian, tepatnya tanggal 24 Agustus 1990, RCTI melakukan siaran terestrial ke seluruh Indonesia. Pada saat awal siaran, RCTI hanya menayangkan acara-acara luar negeri karena modalnya lebih murah jika dibandingkan dengan memproduksi sendiri yang biayanya jauh lebih mahal.

tvri indonesia

TVRI

mediaindonesia.web.id – TVRI atau televisi republik Indonesia adalah stasiun televisi pertama di Indonesia yang mengudara sejak 24 Agustus 1962. Dengan siaran pertamanya yang menayangkan Upacara peringatan hari Kemerdekaan Rupublik Indonesia ke 17 dari istana Negara, Jakarta.

Siarannya ini masih berupa hitam putih. TVRI kemudian meliput Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta.

Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus dengan judul acara Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). Sejak April 1981 hingga akhir 90-an TVRI tidak diperbolehkan menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan. Status TVRI saat ini adalah Lembaga Penyiaran Publik. Sebagian biaya operasional TVRI masih ditanggung oleh negara.

Lihat juga : Tribun Medan

TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.

TVRI Nasional mengudara di seluruh wilayah Indonesia dengan sistem siaran analog dan sistem siaran digital. Untuk wilayah diluar Jakarta,TVRI Nasional mengudara secara berjaringan, TVRI Siaran Lokal mengudara mulai jam 14.00 – 18.00 WIB (kadang kala TVRI siaran lokal tidak mengudara karena ada siaran langsung pertandingan,acara kenegaraan RI dan Breaking News)

TVRI mengudara dengan sistem siaran digital dengan 4 channel yaitu TVRI Nasional, Programa 2 TVRI, TVRI Budaya dan TVRI Sport HD.

TVRI siaran digital secara bertahap akan mengudara di seluruh wilayah Indonesia.

Pada tanggal 21 Juli 2018, TVRI mendapatkan hak siar laga pra musim International Champions Cup 2018 bersama iNews.

Harian Bisnis Indonesia

Harian Bisnis Indonesia

aHarian Bisnis Indonesia – Bisnis Indonesia adalah surat kabar harian dengan segmentasi pemberitaan bisnis dan ekonomi berbahasa Indonesia yang diterbitkan di Jakarta, Indonesia, sejak 14 Desember 1985.

Bisnis Indonesia diterbitkan oleh PT. Jurnalindo Aksara Grafika (PT. JAG) yang merupakan kongsi bisnis empat pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono (Sahid Group), Ciputra (Ciputra Group), Anthony Salim (Salim Group), dan Eric Samola. Pemimpin Redaksi saat ini adalah Arief Budisusilo yang menggantikan Ahmad Djauhar sejak 2009, dengan Wakil Pemred Y. Bayu Widagdo, yang menggantikan Linda Tangdialla sejak 2012. Setelah tidak bertugas sebagai Pemred, Ahmad Djauhar menjabat sebagai Wakil Pemimpin Umum dengan tetap sebagai Direktur Produksi dan Pengembangan Produk, sedangkan Linda Tangdialla kini memimpin portal berita Kabar24.com selaku pemimpin redaksi dan pemimpin redaksi Bisnis.com. Kabar24.com merupakan unit baru dalam kelompok media Bisnis Indonesia.

Awalnya, koran Bisnis Indonesia berkantor di bekas bengkel reparasi mesin jahit Singer di Jalan Kramat 5 Nomor 8 Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Bisnis Indonesia meroket berkat booming yang melanda lantai Bursa Efek Jakarta pada tahun 1987 dan akibat maraknya industri perbankan sebagai hasil penerapan kebijakan Paket Oktober (Pakto) 1988.

Pertumbuhan yang baik tersebut membuat Bisnis Indonesia mampu membangun gedung sendiri dan kantor pun pindah ke Wisma Bisnis Indonesia (WBI) di Jalan Letjen Siswondo Parman Kavling. 12A Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, pada bulan Desember 1990. Namun kemacetan luar biasa di lokasi tersebut dan perhitungan bisnis pada masa depan membuat Bisnis Indonesia kembali pindah ke wilayah Segitiga Emas Sudirman.

Sejak tanggal 1 Januari 2005 kegiatan operasional Bisnis Indonesia berpusat di Lantai 5-8 Wisma Bisnis Indonesia (WBI) di Jalan Kiai Haji Mas Mansyur Nomor 12A, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat ini, Bisnis Indonesia memiliki kantor perwakilan di sejumlah kota di Indonesia yakni di Medan, Pekanbaru, Batam, Palembang, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Denpasar, Balikpapan dan Makassar.

Sebagai lembaga pemberitaan, Bisnis Indonesia juga menjadi pemasok tetap beberapa lembaga pemberitaan internasional seperti NewsNet Asia (yang menerjemahkan berita Bisnis ke dalam bahasa Jepang, Factiva (usaha patungan Dow Jones dan Reuters), dan ISI Emerging Markets (dari kelompok usaha Euromoney Institutional Investor Group Co.), Xinhua (kantor berita China), dan Bloomberg (kantor berita berbasis di New York, AS).

Anak Penerbitan

Pada tahun 1992, Bisnis Indonesia mendirikan majalah berita ekonomi berbahasa Inggris, Indonesia Business Weekly yang kemudian ditutup.

Pada tanggal 19 September 1997, di bawah payung PT Aksara Solo Pos, lahir Harian Umum Solo Pos yang hanya dalam tempo satu tahun bisa mencapai titik impas. Pada ulang tahunnya yang ke-8, Solo Pos yang berkantor di Griya Solo Pos, Jalan Adisucipto Nomor. 190 dari kelurahan Karangasem, kecamatan Laweyan, kota Solo, provinsi Jawa Tengah, itu sudah menjadi kelompok usaha tersendiri dengan membawahi unit usaha percetakan koran PT Solo Grafika Utama, Radio Solo Pos 103.00 FM dan Tabloid Olah Raga Arena.

Tiga tahun berikutnya, tepatnya pada tanggal 17 April 2000, melalui PT Aksara Warta Mandarin, lahir harian berbahasa Mandarin Indonesia Shang Bao. Namun, dua tahun kemudian sebagian besar kepemilikan saham beralih ke mitra usaha Sjamsul Nursalim dari kelompok Gajah Tunggal.

Pada tanggal 20 Mei 2009, Bisnis Indonesia meluncurkan lagi koran baru Harian Jogja yang tampil dengan format, corak, maupun pendekatan yang sama sekali baru, untuk melayani kebutuhan informasi warga di wilayah daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Ciri pokok yang melandasi Harian Jogja, yang oleh warga DIY lebih dikenal sebagai Harjo itu adalah pada perwajahan yang segar dan ceria serta modern. Sedangkan dari sisi konten juga lebih menonjolkan ciri jurnalisme partisipatif konstruktif, bukan sekadar memberitakan content, melainkan dengan context. Dengan demikian, warga Jogja, yang dalam waktu relatif singkat cukup mengenalnya itu, memperoleh wawasan baru, pemahaman baru atas sebuah informasi publik yang sedang terjadi. Warga DIY dan sekitarnya memberi nama panggilan akrab Pakdhe Harjo, tetapi ada pula yang memanggil Mbah Harjo, Kang Harjo, dan banyak lagi atribusi yang pada intinya menyatakan keakraban mereka kepada koran bersemboyan: Berbudaya. Membangun Kemandirian itu.

Perubahan Tampilan

Sejak 14 Agustus 2002, ada yang berubah dari penampilan Bisnis Indonesia. Jumlah halaman diperbanyak, diterbitkan menjadi tiga bagian/seksi.

Seksi pertama berisi masalah makro ekonomi, perdagangan, jasa, dan bisnis menengah-kecil. Seksi kedua mengulas seputar pergerakan pasar modal, bisnis keuangan, dan perdagangan komoditas. Sementara bagian ketiga membahas perkembangan bisnis teknologi informasi, manufaktur, agribisnis, dan berbagai informasi bisnis dari sektor riil.

Tampilan ini kembali berubah pada 1 Agustus 2005. Selain format koran makin compact, dicantumkan pula nama reporter penulis berita beserta alamat email si penulis berita. Pencantuman identitas secara lebih gamblang ini menandai semangat keterbukaan di kalangan pelaku pers di negeri ini. Bahkan, pencatuman e-mail ini merupakan yang pertama di Indonesia. Terobosan ini menyebabkan interaksi antara penulis berita dan pembaca semakin meningkat.

Pada 14 Desember 2013, Bisnis Indonesia kembali berubah tampilan, kali ini sekaligus berubah logo dan tagline. Jika semula tagline Bisnis Indonesia adalah “Referensi Bisnis Terpercaya”, sejak 14 Desember 2013 berubah menjadi “Navigasi Bisnis Terpercaya”.

Tipe : Surat kabar harian
Pendiri : Sukamdani Sahid , Gitosardjono , Ciputra , Anthony Salim , Eric FH Samola
Penerbit : PT. Jurnalindo Aksara Grafika
Didirikan : 14 Desember 1985
Bahasa : Indonesia
Pusat : Wisma Bisnis Indonesia
Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 12A
Karet Tengsin, Tanah Abang
Jakarta Pusat
Surat kabar saudari : Solo Pos , Harian Jogja , Indonesia Shang Bao , Monitor Depok
Situs web : www.bisnis.com