Sulitnya Ernest Sempurnakan Film Imperfect

Sulitnya Ernest Sempurnakan Film Imperfect

mediaindonesia.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Sulitnya Ernest Sempurnakan Film Imperfect.Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Sulitnya Ernest Sempurnakan Film Imperfect

Artis peran Jessica Mila mengungkapkan tantangan terberatnya saat memerankan karakter Rara dalam film karya terbaru Ernest Prakasa, Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan. Selain harus menaikkan dan menurunkan berat badannya, Mila mengaku juga kesulitan menjaga karakter Rara yang mengalami perubahan. “Karena di sini ada beberapa fase kan, jadi secara look itu juga susah persiapannya. Setiap fase beda-beda,” kata Mila”Secara karakter juga. Dari insecure pasrah sudah enggak peduli, terus jadi peduli banget, jadi susahnya itu. Jadi harus ada perbedaan, tapi Raranya enggak boleh hilang,” sambungnya. Ernest menambahkan, jeda waktu saat proses syuting juga cukup memengaruhi Mila saat berakting. Namun, untungnya Mila bisa menyelesaikan perannya sebagai Rara dengan baik. “Dan break itu juga agak merepotkan ya. Ternyata jadi agak lepas gue sama Mila juga awal-awal kayak cari lagi, ‘kayaknya Mil, ini masih kurang nih Rara-nya’,” ucap Ernest.

Info Terupdate : Untuk bermain game poker kini bisa anda lakukan daftar poker online secara gratis melalui situs poker online terbaik yang sudah sangat terkenal di Indonesia yakni Pokerplay338.net yang sudah banyak member bermain didalamnya

Imperfect adalah film yang diadaptasi dari buku karya Meira Anastasia, istri Ernest dengan judul yang sama. Menceritakan kisah Rara yang kerap mendapat tekanan dari lingkungan sekitarnya karena dinilai tidak indah dipandang. Film yang rencanannya tayang pada 19 Desember 2019 mendatang ini dimeriahkan oleh Reza Rahadian, Karina Nadila, Clara Bernadeth, Kiky Saputri, Dion Wiyoko, Shareefa Daanish, Karina Suwandi dan masih banyak lagi.

1. Ernest mencari aktris utama Ernest Prakasa mengatakan, dia tidak pernah terpikir nama Jessica Mila saat mencari aktor utama film Imperfect. “Jadi untuk karakter Rara sudah pernah ada yang gue ajak ngobrol. Tapi, karena satu dan lain hal enggak jadi. Gue terus terang waktu nyari aktor Rara, gue enggak kepikiran Mila,” kata Ernest. Sebab, Ernest biasa menggandeng orang-orang yang memang sudah dikenalnya dengan baik, apalagi untuk memilih aktor utama. Hingga akhirnya Ernest mendapat saran dari sang produser, Chand Parwez, untuk melirik Jessica Milla. Setelah mencari informasi tentang akting Mila, Ernest langsung menantang perempuan kelahiran 3 Agustus 1992 itu memerankan tokoh Rara. “Gue sama Mila belum pernah kenal sama sekali. Nama Mila datang dari produser gue, dari Pak Parwez. Karena sebelumnya beberapa kali Mila udah pernah main di Starvision,” tutur Ernest.

2. Beban Shareefa Daanish Artis Shareefa Daanish ikut andil dalam penggarapan film kelima karya Ernest Prakasa itu. Danish menceritakan beban yang dia rasakan saat berperan sebagai Fey. “Ada beberapa scene yang saya diharapkan komedinya bisa bikin penonton tertawa, itu salah satu beban sih buat saya karena saya takut dibilang enggak lucu,” kata Danish. “Takut juga cara saya menyampaikannya enggak sesuai sama apa yang dimaksud Ernest. Itu salah satu beban buat saya,” katanya melanjutkan. Fey adalah sahabat sekaligus rekan satu kantor Rara, tokoh utama yang diperankan oleh Jessica Mila. Selain ditantang untuk berkomedi, Danish juga harus berperan sebagai sosok yang 10 tahun lebih muda dari usianya saat ini.

Baca Juga : Film Horror Layak Tonton Jeritan Malam

3. Gandeng pemain baru karena kritik Ernest Prakasa menggandeng banyak pemain baru untuk film Imperfect. Biasanya, Ernest mengaku kerap menggaet mereka yang telah bermain dalam produksi film sebelumnya, tetapi kini tidak lagi. “Secara persen, ini film dengan cast baru terbanyak. Keluar dari zona nyaman gua lah karena banyak banget orang-orang yang belum pernah kerja bareng sebelumnya,” kata Ernest. Ernest melanjutkan, alasannya melakukan hal itu karena kritik para penonton. “Gue cukup mendengarkan kritik sih. Itu salah satu cara berkembang, jadi kritiknya pemainnya itu-itu terus,” ujarnya. Dari tokoh utama hingga sebagian besar ansamble pemain dibintangi mereka yang baru pertama kali terlibat dalam penggarapan film Ernest.

4. Curhat Jessica Mila susah jadi Rara Jessica Mila mengungkapkan tantangan terberatnya saat memerankan tokoh Rara dalam film Imperfect. Selain harus berubah secara penampilan dengan menaikan dan menurunkan berat badannya, Mila mengaku juga kesulitan menjaga karakter Rara yang mengalami perubahan. “Karena di sini ada beberapa fase kan, jadi secara look itu juga susah persiapannya. Setiap fase beda-beda,” ucap Mila. “Secara karakter juga. Dari insecure pasrah udah enggak peduli, terus jadi peduli banget. Jadi susahnya itu. Jadi, harus ada perbedaan tapi Raranya enggak boleh hilang,” ungkapnya menambahkan. Ernest menambahkan, jeda waktu saat proses syuting juga cukup memengaruhi Mila saat berakting. Namun, untungnya Jessica Mila bisa menyelesaikan perannya sebagai Rara dengan baik di film Imperfect.

Film Horror Layak Tonton Jeritan Malam

Film Horror Layak Tonton Jeritan Malam

mediaindonesia.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Film Horror Layak Tonton . Berikut ini artikel yang memberikan uasan dan pembahasan mengenai Film Horror Layak Tonton Jeritan Malam

Film horor Jeritan Malam akan tayang di bioskop Indonesia pada 12 Desember. Reza (Herjunot Ali) bekerja di Jakarta, dan menempati sebuah rumah bersama Indra, Minto, dan Dikin. Melalui beberapa hal gaib di rumah yang mereka tempati, keempat sekawan tersebut berusaha menyelidiki rahasia kelam di sana. Hingga pada satu titik, Reza melakukan ritual terlarang, yang kemudian ia sadari adalah kesalahan terbesarnya. Herjunot Ali mengatakan tidak terlalu suka bermain film horor, meski demikian dia menyebutkan keunggulannya dibanding dengan genre lain. “Lebih nyaman main film drama, cuma enaknya main film horor mungkin waktu syuting enggak begitu terlalu panjang,” kata Herjunot dalam peluncuran trailer “Jeritan Malam”, seperti dikutip Antara News.

Info Terupdate : Situs Pokervaganza.com merupakan situs judi poker online terpercaya yang sudah berdiri sejak tahun 2016 yang menyediakan berbagai macam game poker online indonesia yang menggunakan uang asli sebagai taruhannya.

Film horor biasanya memang mengambil latar belakang waktu pada malam hari. Hal inilah yang disenangi oleh pemain film Antologi Rasa itu, sebab dia tidak perlu menghabiskan waktu seharian di lokasi syuting. “Kita cuma syuting di malam hari karena cari gelapnya. Tapi ya itu, main film horor cepat sakit dan perlu stamina lebih,” jelasnya. Meski tidak suka film horor, Herjunot saat ini sudah memiliki tiga judul film horor yakni The Doll, Suzzana, dan Jeritan Malam. Menurutnya, alasan menerima tawaran tersebut lantaran memiliki jalan cerita yang menarik. “Kita tahu ‘Jeritan Malam’ salah satu cerita yang peminatnya sudah banyak dan berasal dari Kaskus. Udah gitu, pemeran utama film horor jarang laki-laki. Nah itu, segede gitu muka saya sendiri,” ujar Herjunot sambil menunjuk poster Jeritan Malam.

Sementara itu, Cinta Laura yang juga membintangi film ini mengaku kesulitan untuk mengubah aksen bicara dan bahasa tubuh saat syuting Jeritan Malam, sebab karakter yang dimainkan sangat berbeda dengan kepribadiannya. Dalam film arahan sutradara Rocky Soraya, Cinta berperan sebagai Wulan, seorang gadis asal Bogor yang sangat feminim dan lembut. Sementara aslinya, Cinta adalah orang yang blak-blakan dan gaya berbicaranya kebarat-baratan. Cinta diminta untuk mengubah gaya bicara dan bahasa tubuhnya yang cenderung berani. Dia pun berlatih berbicara bahasa Indonesia, khususnya untuk huruf “J”. “Untungnya banyak kata-kata yang aku bisa kalau dipelajari pelan-pelan. Ada kata-kata kayak “Je”, “Jek”, itu susah. Ngomong “J” itu susah. Bahasa Indonesia J-nya itu susah.

Baca Juga : 5 Alasan Kamu Harus Nonton Eggnoid

Aku dari kecil bahasa Inggris terus jadi ada beberapa kata yang susah aku pelajarin,” jelas Cinta. “Untungnya ada kata-kata yang bisa dicari sinonimnya supaya dialognya tetap sama dan aksen aku enggak kedengeran,” lanjutnya. Bagi Cinta tantangan terberat memainkan sosok Wulan adalah berubah menjadi perempuan yang kalem, sopan dan feminim. Dia bersyukur karena mendapat pelatih akting yang selalu membantunya. “Itu sangat sulit karena body language aku harus diubah, karena aku kan kalau ngomong kayak nantang orang, kalo ini enggak. Aku dikasih coach yang ternyata aku enggak sadar kalau body language aku ngajak berantem orang,” kata Cinta. Cinta melanjutkan, “Ini bagus buat aku karena sebagai aktris aku harus bisa mainin yang value-nya beda dengan kita sendiri dan itu nunjukin bahwa kita bisa jadi orang lain.”

5 Alasan Kamu Harus Nonton Eggnoid

5 Alasan Kamu Harus Nonton Eggnoid

mediaindonesia.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  5 Alasan Kamu Harus Nonton Eggnoid. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai 5 Alasan Kamu Harus Nonton Eggnoid

Komik digital webtoon Eggnoid yang tenar di kalangan pembaca Indonesia dan beberapa negara lain di Asia akhirnya diadaptasi ke layar lebar. Kisah manis dan menggemaskan antara Eggy, cowok ganteng yang keluar dari sebuah telur misterius, dan Ran yang selama ini kesepian menjadi nyata lewat akting Morgan Oey dan Sheila Dara Aisha.Selama dua tahun terakhir, Ran dan Eggy telah menjadi sepasang sahabat yang tak terpisahkan. Ran yang dulu kesepian dan penuh dengan kesedihan kini menjadi sosok yang lebih bahagia berkat Eggy. Perasaan yang awalnya hanya sebagai sahabat, pelan-pelan berubah menjadi cinta. Sayangnya, Eggy bukan manusia biasa, melainkan Eggnoid yang dikirim dari masa depan.Sebagai Eggnoid, Eggy memiliki aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar. Kini, Eggy terancam dikirim pulang ke masa depan dan berpisah dengan Ran selamanya karena salah satu aturan besar yang tidak boleh ia langgar adalah jatuh cinta dan pacaran dengan Ran.Penasaran ingin melihat akting mereka? Ini lima alasan kenapa kamu harus nonton Eggnoid yang tayang 5 Desember 2019

Adaptasi Webtoon terkenal
Buat pembaca komik digital Webtoon, Eggnoid adalah salah satu judul yang banyak digila-gilai pembaca di Indonesia. Saking terkenalnya komik karya Archie The RedCat, pihak Line Webtoon juga menerbitkannya di Webtoon global dalam bahasa Inggris juga dibaca oleh penikmat komik di Thailand dan Taiwan.

Cerita yang berbeda dari komik
Cerita di versi film merupakan pengembangan dari komik yang hingga sekarang masih belum tamat. Eggy dan Kirana dalam komik digambarkan sebagai siswa SMA, sementara di film mereka sudah menjadi mahasiswa. Bersiaplah menanti kejutan yang akan disuguhkan di bioskop nanti.

Drama romantis bumbu fiksi ilmiah
Drama percintaan yang berlatar belakang fiksi ilmiah belum terlalu banyak di Indonesia. “Eggnoid” berasal dari kata “Egg” dan “Humanoid”, di mana tokoh utama Eggy adalah seorang humanoid yang “menetas” dari telur. Asal usul Eggy yang misterius selama ini sudah melahirkan banyak teori dari penikmat komiknya, pastinya ini jadi salah satu alasan mengapa lo wajib nonton filmnya.

Chemistry Morgan Oey dan Sheila Dara Aisha
Chemistry antara Morgan Oey (Eggy) dan Sheila Dara Aisha (Ran) sangat manis dan membuat kita jadi ikut senyum-senyum sendiri. Mereka juga punya panggilan menggemaskan satu sama lain: “Pan” dan “Tat”. Ada filosofi menarik di baliknya, lho.

Baca Juga : Siapkan Waktu 5 Film Ini Siap Luncur Desember

Relatable
Meski dikemas dalam latar belakang berbau fiksi ilmiah, inti cerita Eggnoid sangat dekat dengan keseharian, apalagi kalau lo naksir sama teman sendiri.Film Eggnoid adalah versi layar lebar dari komik digital webtoon karya Archie The RedCat yang telah dibaca oleh jutaan orang di beberapa negara. Film remaja kedua dari Visinema ini dibintangi oleh Morgan Oey, Sheila Dara, Kevin Julio, Luna Maya, Anggika Bolsterli, Reza Nangin, Martin Anugrah, Fatih Unru, Reuben Elishama dan Marissa Anita.

Siapkan Waktu 5 Film Ini Siap Luncur Desember

Siapkan Waktu 5 Film Ini Siap Luncur Desember

mediaindonesia.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai 5 Film Yang Siap Luncur Desember. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai 5 Film Yang Siap Luncur Desember.

Selain Lebaran, akhir tahun menjadi masa panen bagi film Indonesia. Sejumlah film berbiaya besar siap meramaikan Desember 2019. Film Habibie dan Ainun 3 dipastikan tayang bulan ini.Film Karya Hanung Bramantyo ini menempatkan Reza Rahadian, Maudy Ayunda, dan Jefri Nichol di garis depan.Habibie dan Ainun 3 melanjutkan kisah sukses Habibie dan Ainun (2012) yang mengumpulkan 4,5 juta penonton serta Rudy Habibie (2016) bersama 2 juta penonton.Tayang 19 Desember 2019, Habibie dan Ainun 3 mengisahkan masa remaja Ainun (Maudy Ayunda) yang cerdas semasa sekolah. Selain Habibie dan Ainun 3, inilah 6 film Indonesia lainnya yang siap meramaikan bioskop di pengujung 2019.

1. Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Diangkat dari novel karya Tere Liye, Rembulan Tenggelam di Wajahmu diperkuat sejumlah bintang papan atas seperti Arifin Putra, Donny Alamsyah, hingga Anya Geraldine. Versi cetak Rembulan Tenggelam di Wajahmu menjadi salah satu buku terlaris pada masanya. Tak heran jika produser percaya diri menempatkan film ini di bulan Desember.Rembulan Tenggelam di Wajahmu mengisahkan pengusaha kaya raya bernama Ray. Jelang ajal, seseorang mengajaknya menapaki masa lalu dan mengingat 5 pertanyaan yang pernah diajukan Ray kepada Tuhan.

2. Eggnoid
Eggnoid diangkat ke layar lebar bukan tanpa alasan. Film yang dibintangi Morgan Oey dan Sheila Dara ini diadaptasi dari komik Line Webtoon karya Archie the Red Cat. Komik digital ini dibaca lebih dari 4,1 juta orang di seluruh Indonesia. Rumah produksi Visinema Pictures pun menggagas versi layar lebarnya.Kisah Eggnoid dimulai dari persahabatan Ran dan Eggy. Ran yang dulu kesepian kini menjadi sosok bahagia berkat Eggy. Perlahan Ran jatuh hati pada Eggy.Sayang, Eggy bukan manusia biasa.

3. Jeritan Malam
Kombinasi Cinta Laura dan Herjunot Ali terbilang baru. Justru di sinilah daya tariknya. Apalagi, Jeritan Malam dibekali cerita dari kisah yang viral di Kaskus karya Meta.Morfosis. Jeritan Malam makin menjanjikan mengingat yang duduk di kursi sutradara Rocky Soraya. Rocky sendiri telah melahirkan sejumlah horor laris seperti Mata Batin, The Doll 2, Sabrina, dan Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur.Jeritan Malam mengisahkan Reza (Herjunot) yang ditugaskan ke Jawa Timur. Ia menempati mes bersama pegawai lama, yakni Indra (Winky Wiryawan), Minto (Indra Brasco), dan Dikin (Fuad Idris). Rupanya mes itu menyimpan misteri menyeramkan.

4. Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan
Ernest Prakasa dan Desember bagai dua sisi mata uang. Setelah sukses merilis Ngenest, Cek Toko Sebelah, Susah Sinyal, serta Milly dan Mamet, Ernest memfilmkan buku karya sang istri, Imperfect. Belum rilis, Imperfect ramai dibahas karena Jessica Mila sebagai pemeran utama rela menaikkan bobot hampir 10 kg. Plus, lawan mainnya Reza Rahadian.Keduanya belum pernah bertemu di layar lebar. Jessica Mila memerankan Rara yang gemuk dan berkulit gelap. Adiknya, Lulu (Yasmin Napper) persis ibunya, Debby (Karina Suwandi). Debby yang mantan peragawati era 1990-an memiliki postur tubuh tinggi langsing, dan berkulit bersih. Ini memicu konflik.

Baca Juga : Perempuan Tanah Jahanam Bukan Kaleng Kaleng

5. Si Manis Jembatan Ancol
Ikon lelembut legendaris dari Jakarta kembali menghantui layar lebar. Si Manis Jembatan Ancol lahir kembali. Ditangani Anggy Umbara, Si Manis Jembatan Ancol dibintangi Indah Permatasari, Randy Pangalila, dan Arifin Putra. Film ini mengisahkan rumah tangga Maryam (Indah) dan Roy (Arifin) yang nyaris ambruk.Saat itulah, Maryam mengenal Yudha (Randy) yang menenangkan hatinya. Sayang, sebuah tragedi menimpa Maryam. Meneror bioskop mulai 26 Desember 2019, film ini digadang-gadang jadi penutup 2019 yang manis di tangga box office.

pos metro

Pos Metro Medan

Mediaindonesia.web.id – Kembali lagi dengan media Indonesia kali ini kita akan membahas sejarah dari harian pos metro medan. Setiap orang pasti membutuhkan informasi yang terjadi sehari-hari yang di luar dari jangkauan kita Pos Metro sudah cukup lama membantu dan membagikan informasi yang banyak orang butuhkan.

Pos Metro Medan (sebelumnya bernama Radar Medan di antara pada tanggal 1 Januari 2000 sampai dengan 30 September 2001) adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Sumatra Utara dengan format hukum & kriminal. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos yang berantor pusat terletak di Gedung Graha Pena di Jalan Sisingamangaraja Nomor. 134 Kilometer 8,5 dari kelurahan Timbang Deli, kecamatan Medan Amplas, kota Medan (ibu kota Provinsi Sumatra Utara).

Sejarah

Radar Medan (1 Januari 2000-30 September 2001)
Pada tanggal hari Sabtu, 1 Januari 2000, Pos Metro Medan yang sebelumnya dikenal sebagai Radar Medan sebuah surat kabar harian pertama kali yang terbit di Sumatra Utara.

Sumut Pos & Pos Metro Medan (1 Oktober 2001-sekarang)
Pada tanggal hari Senin, 1 Oktober 2001, Radar Medan sekarang berganti nama menjadi ada 2-surat kabar harian pertama kali terbit di Sumatra Utara seperti:

  • Sumut Pos – sebuah surat kabar harian yang terbit di Sumatra Utara dengan format berita & informasi.
  • Pos Metro Medan – sebuah surat kabar harian yang terbit di Sumatra Utara dengan format hukum & kriminal.

Baca juga : Jejak Petualang

Slogan dan Motto

  • Radar Medan (1 Januari 2000-30 September 2001)
  • Koran Nasional Medan 1 Januari 2000 30 September 2001
  • Pos Metro Medan (1 Oktober 2001-sekarang)
  • Koran Nonstop 1 Oktober 2001 31 Januari 2003
  • Criminal News Leader 1 Februari 2003 31 Agustus 2004
  • Menyajikan Fakta Peristiwa Dan Fenomena 1 September 2004 31 Desember 2011
  • Menyajikan Berita Fakta Dan Peristiwa 1 Januari 2012 sekarang

 

Kantor Pusat

  • Gedung Graha Pena
  • Jalan Sisingamangaraja Nomor. 134 Kilometer 8,5
  • Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas
  • Kota Medan 20148
  • Provinsi Sumatra Utara, Indonesia
  • Telepon: (62-61) 788 1661
  • Faksmili: (62-61) 788 1733

Pranala luar
Artikel bertopik berita, surat kabar, atau jurnalisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu media Indonesia dengan mengembangkannya.

Terima kasi telah membaca artikel ini semoga ini dapat membantu anda dalam mencari informasi yang anda butuhkan. semoga yang anda cari bisa di dapat dalam atrikel ini dan memberi wawasan yang lebih luas lagi.

Harian Jogja

Harian Jogja

mediaindonesia.web.id – Harian Jogja, sebuah surat kabar yang beredar di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Harian Jogja merupakan anak penerbitan dari Bisnis Indonesia Group. Harian Jogja diluncurkan pada 20 Mei 2008 dengan menerbitkan edisi No. 0000. Sedangkan edisi No. 0001 justru pada hari berikutnya, yakni 21 Mei 2008. Harjo, demikian panggilan koran yang mengusung semboyan Berbudaya.

Tak berselang lama dari saat penerbitan perdana, Harian Jogja pun memperluas layanan melalui penyediaan situs di jaringan Internet dan beberapa bulan kemudian, sebelum genap berusia setahun, versi digital Harian Jogja pun dapat diakses oleh pembaca melalui situs webnya.

Baca juga : Media Kedaulatan Rakyat

Harian Jogja berpindah kantor dua kali. Kantor pertama ditempati 2008-2011 beralamat di Jalan MT Haryono 7B, Kota Yogyakarta. Kepindahan pertama Harian Jogja pada 2011, menempati kantor di Jalan Ipda Tut Harsono No 52 Kota Yogyakarta. Kantor tersebut ditempati hingga 2014. Pada 2014 sampai sekarang, Harian Jogja menempati kantor di Jalan AM Sangaji 41 Kota Yogyakarta. Kepindahan kantor dilakukan bersama dengan radio Star Jogja.

Pada akhir 2015 koran elektronik harianjogja (ePaper) mulai dipasarkan untuk umum dengan berbagai macam pilihan berlangganan yang dapat diakses di epaperharianjogjacom.

ePaper diluncurkan sebagai salah satu pilihan serta solusi bagi para pembaca harianjogja maupun yang belum dan hendak menjadi pembaca harianjogja yang memiliki mobilitas tinggi dan sebagai wujud nyata dukungan harianjogja dalam mengurangi penggunaan kertas (paperless) untuk kesehatan lingkungan yang lebih baik.

Media Kedaulatan Rakyat

Media Kedaulatan Rakyat

mediaindonesia.web.id – Media Kedaulatan Rakyat, surat kabar harian yang terbit di Yogyakarta. KR terbit sejak 27 September 1945.

Surat kabar Kedaulatan Rakyat terbit tiap harinya dengan jumlah halaman yang awalnya hanya 16 halaman, namun ditambah menjadi 24 hingga 32 halaman, dan oplah lebih dari 125.000 kopi.

Semboyan KR adalah Suara Hati Nurani Rakyat, Korannya Rakyat, dan Migunani Tumraping Liyan.

Baca juga : Koran Sindo

Di bawah naungan PT BP Kedaulatan Rakyat Group, Kedaulatan Rakyat memiliki berbagai media, di antaranya media cetak dan media daring sebagai sarana informasi berita. Kedaulatan Rakyat memiliki berbagai konten berita yang terdiri dari Yogyakarta, Jawa Tengah , Nasional, Internasional, Ekbis, Pendidikan, Sport, Lifestyle, wisata , Teknologi dan konten konsultasi penanggalan.

Berita yang diberitakan oleh Kedaulatan Rakyat bersifat up to date selama 24 jam sehingga pembaca dapat mengakses berita kapan saja.

Kedaulatan Rakyat merupakan industri media yang telah dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat di Yogyakarta. Hal tersebut dikarenakan Kedaulatan Rakyat sudah ada sejak lama seiring dengan perkembangan Kota Yogyakarta.

Koran Sindo

Koran Sindo

Koran Sindo, sebuah surat kabar di Indonesia yang terbit perdana pada tanggal hari Rabu, 29 Juni 2005 di Jakarta. Koran Sindo terbit selama 7 hari selama 1 minggu, dengan format ukuran panjang 7 kolom dan tinggi 54 cm.

Target pembacanya adalah masyarakat kelas menengah ke atas, pendidikan Sarjana, segmentasi usia dari 18 tahun sampai dengan 40 tahun. Dengan diferensiasi pembaca laki-laki sebanyak 60% dan pembaca wanita sebanyak 40%.

Baca juga : Cek & Ricek

Harga Koran
Saat perdana terbit, Koran Sindo dihargai Rp 2000,- per eksemplar. Namun, harga tersebut merupakan harga yang sangat terjangkau bila dibandingkan dengan surat kabar lain, terlebih saat itu Harian Sindo terbit dengan 40 halaman setiap hari.

Harga tersebut terus bertahan hingga pertengahan tahun 2006. Saat itu, karena harga kertas yang semakin naik, Koran Sindo pernah dijual dengan harga Rp.4000,- per eksamplar, namun pada tahun 2007, harga tersebut kembali turun menjadi Rp.3.000,- . Untuk Edisi lokal, Koran Sindo hanya dihargai Rp.2500,- per eksemplar.

Koran Sepak Bola
Pada 1 Desember 2010, Koran Sindo meluncurkan koran sepak bola yang bernama Hattrick. Koran ini berisi berita sepak bola. Slogannya adalah Terlengkap dalam Sepak Bola.

investor daily

Investor Daily

mediaindonesia.web.id – Investor Daily adalah surat kabar Indonesia yang memberitakan tentang berita ekonomi bisnis , yang mencakup pelaku bisanis dan pengambil keputusan.

Surat kabar berbahasa Indonesia yang didirikan pada 26 Juni 2001 dan merupakan surat kabar yang berkonsentrasi pada kegiatan pasar modal. Pertama kali terbit siang dengan nama Investor Indonesia di bawah pimpinan redaksi Adi Hidayat.

Baca juga : Keng Po

Pemiliknya adalah Tito Sulistio. Namun, pada tahun 2002, Lippo Group masuk sebagai pemegang saham di Investor Group dan saat ini telah menguasai secara penuh saham Investor Group.

Setelah Lippo Group masuk, nama “Investor Indonesia” diubah menjadi “Investor Daily Indonesia”. Selain membahas berita-berita ekonomi bisnis, koran ini juga menambahkan beberapa rubrik lain di antaranya rubrik olahraga, gaya hidup dan kosmopolitan. Sirkulasi Investor Daily mencakup kota-kota bisnis di Indonesia dengan target pembaca pelaku bisnis dan pengambil keputusan.

keng po

Keng Po

mediaindonesia.web.id – Keng po adalah surat kabar bahasa mandarin Indonesia yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1923 dan berperan penting dalam sejarah pers Indonesia saat masa kemerdekaan.

Tjoe Bou San atau Keng Po setelah perbedaan pendapat dengan Hauw Tek Kong, pemimpin harian Sin Po. Harian ini mengalami perkembangan yang pesat di bawah kepemimpinan Khoe Woen Sioe dan Injo Beng Goat.[1] Pada 1 Agustus 1957, Harian Keng Po dilarang terbit oleh pemerintah Indonesia saat itu.

Lihat juga : GTV

Keng Po juga sering memunculkan berita-berita politik di seputar gerakan-gerakan yang kian gencar melakukan gebrakan. Keng Po aktif di dalamnya sebagai koran yang mendukung munculnya revolusi untuk menciptakan tatanan baru dalam kehidupan di Hindia Belanda. Pada 13 September 1924, Keng Po menghujat pemerintah yang melarang dan membatasi rakyat untuk melakukan perserikatan.

Pada zaman pemerintahan Soekarno, koran Keng Po dianggap berkaitan erat dengan Partai Sosialis Indonesia sehingga dibubarkan. Koran yang diterbitkan dalam bahasa Tionghoa-Melayu ini sempat berganti nama menjadi Pos Indonesia. Sebelum terjadi Perang Dunia II, Keng Po bersaing ketat dengan Sin Po dalam menerbitkan berita dan isu politik pada masa itu. Perbedaan antara kedua surat kabar tersebut adalah Keng Po menganjurkan kaum peranakan Tionghoa untuk memilih nasionalisme Indonesia, sedangkan Sin Po lebih menganjurkan nasionalisme Tiongkok.a manusia.

1 2 3