Analisa

Harian Analisa

Analisa – Saat pertama kali terbit, harian Analisa berbentuk tabloid. Meskipun Surat Izin Terbit (SIT) berlaku untuk harian, tetapi sekitar setahun Analisa terbit sebagai mingguan pada setiap hari Sabtu. Ketika itu surat kabar tersebut masih dicetak secara hand-set. Sejak tanggal 21 Maret 1973, Analisa sepenuhnya sebagai harian yang terbit tujuh kali seminggu dan bentuknya bukan lagi tabloid, melainkan broadsheet.

Pemilihan nama bukanlah hal yang mudah. Menjelang kelahirannya, pemilihan nama dirembugkan. Soffyan mengusulkan nama Analisa, Narmin Suti mengajukan nama Tinjauan, dan A. Manan Karim menyarankan nama Sikap. Akhirnya, dengan kesepakatan bersama, dipilihlah nama Analisa, sedangkan jenis huruf dipilih oleh F.N. Zainoeddin.

Harian Analisa terbit dengan moto: Membangkitkan Partisipasi Rakyat dalam Pembangunan. Pemimpin redaksi yang pertama adalah F.N. Zainoeddin. Beliau meninggal dunia pada 18 April 1972. Penggantinya, sebagai pemimpin redaksi hingga sekarang adalah Soffyan. Wakil pemimpin redaksi adalah Narmin Suti dan A. Manan Karim. Namun, A. Manan Karim juga telah tiada sejak tahun 1983 sehingga digantikan oleh Ali Soekardi. Narmin Suti juga telah meninggal dunia pada 8 Maret 1995. Patut dicatat bahwa pada saat menjadi harian penuh, Analisa merupakan harian pertama di daerah ini yang terbit dengan 8 halaman kemudian menjadi 12 halaman sejak September 1973, dan meningkat lagi menjadi 16 halaman sejak Oktober 1991.

Jurnalis memiliki peran penting dalam penyebaran informasi yang benar. Bahkan, jurnalisme kini harus ramah anak dan khalayak.
Tak hanya itu, jurnalistik pun kini merupakan kegiatan yang menyenangkan, karena bisa dilakukan siapa saja, termasuk para remaja. Apalagi, kegiatan jurnalistik sudah menjadi salah satu tren di kalangan siswa di sekolah.

Baca Juga:

Dalam rangka menambah pengetahuan dan pengalaman siswa/i SMP Global Prima School melakukan kunjungan ke Harian Analisa Medan yang bertujuan untuk mengetahui secara jelas mengenal dan mempelajari lebih dalam tentang jurnalistik dan sejarah Harian Analisa.

Sekitar 50 siswa turut berpartisipasi dalam kunjungan tersebut. Para siswa juga tampak begitu tertarik ketika Redaktur Minggu, M Arifin menjelaskan tentang sejarah singkat Harian Analisa.

Harian Analisa merupakan surat kabar termuda pada saat kelahirannya tanggal 23 Maret 1972 dibanding enam harian lainnya ketika itu, yakni Mimbar Umum, Waspada, Bukit Barisan, Sinar Indonesia Baru, Medan Pos dan Garuda. Akan tetapi, dalam usia yang relatif muda itu, Analisa berupaya mencapai beberapa kemajuan sehingga berada sejajar dengan berbagai surat kabar harian yang ada di Kota Medan.

“Saat pertama terbit, Harian Analisa masih berbentuk tabloid. Meski Surat Izin Terbit (SIT) berlaku untuk harian, namun untuk sementara Analisa terbit sebagai mingguan setiap hari Sabtu, selama satu tahun dan masih dicetak secara hand-set. Namun, pada 21 Maret 1973, Analisa sepenuhnya sebagai harian yang terbit tujuh kali seminggu dan bentuknya tak lagi tabloid, namun broadsheet,” kata Arifin di hadapan para siswa, staf administrasi, guru serta wakil kepala sekolah yang turut hadir, Rabu (23/1).

Arifin mengungkapkan, motivasi menerbitkan Harian Analisa ketika itu, ingin memajukan dunia pers khususnya surat kabar harian di Medan. Harian yang terbit dengan moto “Membangkitkan Partisipasi Rakyat dalam Pembangunan” itu turut mendukung program pembangunan seraya menerapkan fungsi dan peranan pers.

“Dalam pemberitaannya, Harian Analisa menyajikan berbagai berita dari dalam dan luar negeri, di antaranya, berita Nasional, Kota Medan, Daerah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Mancanegara, Ekonomi, Olahraga dan Hiburan. Sedangkan dalam edisi Minggu, pembaca disajikan rubrik khusus seperti Pariwisata, Jentera, Musik, Budaya, Taman Riang, Komunitas dan lainnya,” ungkapnya.

Berbagai penjelasan tentang sejarah dan dunia jurnalistik yang disampaikan, para siswa begitu tertarik dan sekitar belasan siswa turut memberikan pertanyaan seputar keredaksian, surat kabar dan perkembangan koran di era digital saat ini.

Lebih lanjut, Wakil Kepala Sekolah 3 SMP Global Prima School, M Akhyar Maksum menambahkan, pihaknya sangat senang bisa melakukan kunjungan ke Harian Analisa. Apalagi, para siswa juga begitu aktif dalam berdialog dan memberikan berbagai pertanyaan seputar surat kabar.

“Kunjungan ini memberikan banyak manfaat dan juga motivasi kepada para siswa. Apalagi, jika siswa yang memiliki bakat menulis cerpen, membuat puisi, karikatur dan lainnya bisa mengasah keterampilannya,” ujarnya.

Related posts