Pesan Airlangga Menjelang Libur Panjang

Pesan Airlangga Menjelang Libur Panjang – Setelah melewati beberapa tahap proses dalam penyaringan,akhirnya kami dapat menyempurnakan artikel yang sudah kami kumpulkan dengan data-data dari sumber yang terpercaya mengenai pesan airlangga kepada pemudik menjelang libur panjang.

Pesan Airlangga Menjelang Libur Panjang

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto memberikan pesan khusus jelang libur panjang pada akhir Oktober mendatang.

Menurutnya, di momen liburan nanti masyarakat diminta kooperatif untuk menerapkan protokol kesehatan, khususnya 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) untuk mencegah kasus baru positif Covid-19 di masa kedaruratan kesehatan ini.
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto memberikan pesan khusus jelang libur panjang pada akhir Oktober mendatang.

“Apalagi pekan depan kita akan menghadapi libur panjang. Jangan sampai ada peningkatan jumlah kasus. Untuk itu, 3M adalah hal terpenting yang harus kita lakukan,” himbau Airlangga dalam pernyataannya, Jumat (23/10/2020).

Airlangga mengatakan, bahwa kehadiran vaksin penawar Covid-19 yang sedang diupayakan pemerintah bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran dari protokol Kesehatan atau 3M. “Karena proses vaksinasi membutuhkan waktu bertahap,” imbuhnya.

Untuk itu, dia meminta protokol kesehatan tetap harus dijalankan oleh seluruh masyarakat. Sehingga upaya pemerintah untuk memerangi penyebaran virus Corona lebih optimal.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi pergerakan transportasi umum meningkat lebih dari 20 persen pada libur panjang akhir Oktober 2020. Libur panjang kali ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Karena liburnya relatif panjang bisa jadi kenaikan itu bisa lebih dari 20 persen,” ujarnya dalam Talk Show Potensi Penyebaran Covid-19 Ketika Libur Panjang yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Rabu (21/10).

Menurut Budi, kemungkinan penggunaan transportasi umum terbanyak pada liburan panjang akhir Oktober ini berada di Pulau Jawa. Umumnya, transportasi yang digunakan masyarakat untuk berlibur yakni pesawat, kereta api dan bus.

Guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang pada transportasi umum, Budi meminta operator transportasi menambah kapasitas armada.

“Sekarang maskapai penerbangan kapasitasnya baru 43 persen juga di kereta api baru 30 persen jadi mereka masih punya spare untuk menambah,” ucapnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi pergerakan orang dan kendaraan yang diprediksi akan meningkat pada libur panjang Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhir Oktober (28 s.d 30 Oktober 2020). Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia usai libur panjang.

“Kami melihat kecenderungan masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan semua jenis transportasi akan meningkat pada libur panjang akhir Oktober nanti. Kami prediksi akan terjadi peningkatan pergerakan orang dan kendaraan sekitar 10-20 persen,” demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Menhub mengatakan, Presiden telah memperingatkan agar melakukan upaya antisipasi pada libur panjang akhir Oktober agar tidak terjadi peningkatan laju penularan Covid-19, seperti yang sempat terjadi selepas libur panjang Cuti Bersama Tahun Baru Islam pada bulan Agustus lalu.

Mengantisipasi hal itu, Menhub akan melakukan koordinasi dengan para Operator Transportasi untuk konsisten memberlakukan protokol kesehatan yang ketat dari mulai awal keberangkatan, pada saat perjalanan, hingga sampai di tujuan. Kemenhub akan melakukan pengecekan secara acak (random check) untuk memastikan protokol kesehatan telah dilakukan dengan baik oleh para operator.

“Para operator ini yang mempunyai peran penting untuk memfasilitasi pergerakan orang antar kota, antar wilayah. Kalau mereka tidak taat, khawatir akan timbul penularan yang tidak kita inginkan. Tunjukan kita harus disiplin dan tidak kompormi terhadap protokol kesehatan. Kalau memang ada yang ditemukan reaktif atau positif ya harus dilarang berangkat,” ujar Menhub.

Menhub juga meminta kepada operator transportasi untuk meningkatan frekuensi perjalanan untuk mencegah penumpukan penumpang.

Selain itu, lanjut Menhub, Kemenhub juga berkoordinasi dengan para Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) di daerah untuk melakukan pengawalan penerapan protokol kesehatan dengan ketat di daerah-daerah kota sampai kabupaten. Kemudian juga untuk mengantisipasi kemacetan yang bisa menjadi masalah yang memungkinkan terjadinya penularan karena rawan terjadi kerumunan.

“Kami memprediksi puncak arus kendaraan akan terjadi pada tanggal 28 Ooktober. Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat yang ingin berlibur agar jangan bertumpu di satu hari tersebut, untuk mencegah kepadatan yang berpotensi rawan terjadi penularan. Atur perjalanan anda dengan baik,” ungkap Menhub.

Kemenhub memprediksi potensi kepadatan terjadi di tiga titik yaitu, pertama, Jalan dari arah Jakarta menuju ke arah timur (Jawa Barat, Tengah, dan Timur), Kedua, kapal penyeberangan ke arah Sumatera, dan ketiga di Bandara.

Baca Juga:Seiring Berlangsung PSBB Rupiah Ditutup

Selanjutnya, terkait dengan kondisi curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini, Menhub mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendara dan memastikan kondisi kendaraan sepeti mesin, rem, ban dan kondisi diri dalam keadaan prima.

Kemudian, Menhub menyarankan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi massal seperti pesawat dan transportasi publik lainnya agar sebisa mungkin jangan melepas masker, menunda makan dan minum, serta jangan berbincang di dalam pesawat.

“Kalaupun terpaksa memang harus makan dan minum karena perjalanan jarak jauh lebih dari 2 jam, agar segera kembali menggunakan masker setelah makan dan minum,” tutur Menhub.

Terakhir, Menhub mengatakan, libur di rumah saat ini menjadi pilihan yang baik di tengah pandemi yang masih belum berakhir. Tetapi kalaupun harus liburan ke luar rumah agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk kebaikan bersama.

Saat ini, berdasarkan data per 18 Oktober 2020, rata-rata kasus aktif di Indonesia berada pada angka 17,69 persen. Angka tersebut sudah lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 22,54 persen.

Dalam data yang sama, rata-rata kematian akibat Covid-19 di Indonesia juga menurun dari sebelumnya berada pada angka 3,94 persen menjadi 3,45 persen. Hal itu juga diikuti dengan rata-rata kesembuhan di Indonesia yang membaik. Kemudian rata-rata kesembuhan di Indonesia 78,84 persen. Ini juga lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan dunia yang 74,67 persen.

Seiring Berlangsung PSBB Rupiah Ditutup

Seiring Berlangsung PSBB Rupiah Ditutup – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentah penutupan rupiah stangan yang dilakukan seiring dengan berlangsungnya PSBB transisi di Jakarta.

Seiring Berlangsung PSBB Rupiah Ditutup

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini, ditutup sama seperti penutupan kemarin, yaitu berada di 14.700 per dolar AS.
Dalam perdagangan besok pagi mata uang rupiah kemungkinan akan terjadi fluktuatif, tapi kemungkinan ditutup menguat terbatas sebesar 5-30 point di level 14.660-14.710.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan ini terjadi setelah melihat kondisi pandemi terus melandai di DKI Jakarta dan adanya kritikan dari Pemerintah Pusat. Sehingga Pemprov DKI Jakarta telah memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12 – 25 Oktober 2020.
“Dalam PSBB Transisi kali ini, mal diizinkan buka hingga pukul 21.00 WIB, dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dari hari normal sebelum PSBB atau sebelum pandemi penyakit virus Corona menyerang. Restoran juga kembali diizinkan melayani makan di tempat atau dine in,” tutur Ibrahim.
Selain itu, Kementerian Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada awal November 2020. Indonesia akan mengandalkan vaksin buatan China untuk mengusir corona dari Bumi Indonesia.
Kepastian pelaksanaan program vaksinasi ini karena tiga produsen vaksin Covid-19 China sudah menyanggupi penyediaan jutaan dosis untuk Indonesia. Cansino menyanggupi 100.000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021. G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, yang 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020.
Sentimen Eksternal
Sementara itu, dari sisi eksternal Pasar merespons negatif atas negosiasi langkah-langkah stimulus terbaru di AS yang gagal. Padahal sebelumnya, diharapkan investor meningkat setelah Presiden Donald Trump mengusulkan paket USE 1,8 triliun pada Jumat selama pembicaraan dengan Ketua DPR Nancy Pelosi, mendekati USD 2,2 triliun dari proposal partai Demokrat.
Namun, tawaran Trump membuat kesal sesama Republik. Banyak di antaranya enggan menambah tumpukan utang, dan berpotensi merugikan partainya untuk mendapatkan dukungan kritis dalam pemilihan presiden 3 November.
Apalagi saat pemilu semakin dekat. Investor semakin bertaruh pada kemungkinan Trump kalah dari saingan Demokrat Joe Biden dalam pemilu, dan Biden menawarkan paket dengan label harga yang lebih besar sebagai presiden.
Selain itu, Pertemuan Dewan Eropa mendatang pada 15-16 Oktober, terkait kesepakatan Brexit dengan Inggris ada dalam agenda dan investor sangat optimis tentang Inggris dan Uni Eropa yang mencapai kesepakatan dengan tenggat waktu yang diberlakukan sendiri oleh Perdana Menteri Bori Johnson pada 15 Oktober.
Namun Presiden Prancis Emmanuel Macron dan para pemimpin Uni Eropa lainnya minggu ini akan menuntut aturan penegakan yang tegas untuk setiap kesepakatan perdagangan dengan Inggris. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingatkan langkah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk mengesampingkan perjanjian Brexit telah menunjukkan perkataan Inggris tidak dapat dipercaya.

Saling Tuding dalam UU Cipta Kerja

Saling Tuding dalam UU Cipta Kerja – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang kejadian saling tudin-menuding dalam permasalahan UU cipta kerja.

Saling Tuding dalam UU Cipta Kerja

Hengkangnya perwakilan pekerja dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) klaster ketenagakerjaan menjadi sorotan.
Adapun, sejumlah kubu perwakilan pekerja yang hengkang antara lain  Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani (KSPSI AGN).
Hengkangnya beberapa representasi kubu pekerja dalam pembahasan Omnibus Law ketenagakerjaan dapat berimbas pada kembali terhambatnya finalisasi RUU Ciptaker. Selain itu, perbedaan pendapat antara pekerja dan pengusaha mengenai sejumlah poin dalam RUU Cipta Kerja juga ditunding menjadi biang kerok mandegnya pembahasan regulasi ini.
Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar menilai polemik muncul dalam pembahasan RUU Ciptaker karena pemerintah tidak terbuka terhadap seluruh pemangku kepentingan.
“Jangan alergi dengan berunding. Masalah utama penyelesaian RUU Omnibus Law adalah komunikasi dengan masyarakat, termasuk di kluster Ketenagakerjaan. Menurut saya, kita harus berpikir secara nasional ke depannya. Baik pemerintah, pengusaha, dan SP bisa lebih berkomunikasi,” tuturnya kepada Bisnis, Kamis (16/7/2020).
Hal tersebut, sambungnya, justru kontraproduktif dengan tujuan RUU Ciptaker sendiri. Pasalnya, harapan investasi untuk dapat berbondong-bondong masuk ke Indonesia bisa batal lantaran suasana yang tidak kondusif dan kepastian hukum yang belum rampung.
Terlebih lagi, krisis perekonomian akibat pandemi virus corona (Covid-19) juga mesti menjadi pertimbangan dalam proses pembahasan RUU Ciptaker. Para investor dinilai belum juga memberikan kepastian terkait dengan rencana investasi ke depan dengan adanya pandemi ini.
“Kalau pun aturan ini selesai Agustus [2020], belum tentu dapat menarik investor yang juga terdampak Covid-19. Investasi tidak secara otomatis akan masuk karena ini ada krisis global. Bagusnya, [pemerintah ] tidak usah terburu-buru dan memulai pembicaraan dengan serikat pekerja serta akademisi,” lugasnya.
Ketika ditanya Bisnis soal tindak lnjut pemerintah atas polemik yang sedang berlangsung, pihak Kementerian Ketenagakerjaan belum bisa memberikan jawaban.
Sementara itu, ekonom Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai draf Omnibus Law RUU Ciptaker terlalu didominasi oleh pemerintah dan pengusaha. Alhasil, itu bertolak belakang dengan konsesus serta penerimaan kelas pekerja yang berkurang jika RUU Ciptaker disahkan.
“Situasinya akan memengaruhi hubungan industrial, bukan saja di level nasional, tapi juga di tataran perusahaan. Pekerja melihat RUU-nya tidak mengakomodir masukan mereka. Wajar kalau sampai stabilitas di pabrik terganggu akibat protes misalnya yang berkelanjutan. Ini kan akhirnya menurunkan produktivitas dalam jangka panjang,” kata Bhima.
Menurutnya, pemerintah pun sebaiknya menarik terlebih dahulu draf RUU Ciptaker yang terlanjur masuk ke DPR RI agar dilakukan bahas ulang pasal per pasal mulai dari awal konsep.
Bhima menilai, dampak RUU Ciptaker cenderung negatif. Pasalnya, banyak penolakan dari sisi pekerja di tengah adanya keharusan bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas dan kohesi sosial dengan tetap fokus menangani pandemi vius corona (Covid-19).
Selain itu, RUU Ciptaker dinilai akan memengaruhi investasi di sektor padat karya. Pemilik perusahaan, jelasnya, justru wait and see dengan adanya RUU Ciptaker.
“Akan banyak pasal yang dibahas, ini akan menciptakan perubahan pada peraturan teknis di level kementerian. Pastinya rencana bisnis, rekrutmen pekerja baru jadi terhalang oleh penyesuaian RUU Ciptaker,” jelasnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2020, tren jumlah tenaga kerja di Tanah Air bergerak positif dengan terus mencatatkan penambahan selama 3 tahun terakhir.
Saat ini, jumlah total tenaga kerja menurut lapangan pekerjaan utama sampai dengan Februari 2019 sekitar 129 juta, bertambah sekitar 2 juta orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.