Hanung Perkenalkan Istilah Manwantara

Hanung Perkenalkan Istilah Manwantara

mediaindonesia.web.id Di film Satria Dewa Gatotkaca terdapat sebuah istilah yang menyebutkan “Manwantara” yang akan dijelaskan Hanung Bramantyo di Artikel berikut. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Hanung Perkenalkan Istilah Manwantara. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Hanung Perkenalkan Istilah Manwantara

Saat film Satria Dewa Gatotkaca diperkenalkan kepada publik, Hanung Bramantyo memberi beberapa bocoran. Hanung Bramantyo menyatakan, ada tiga elemen yang tak boleh diubah dari Gatotkaca yakni lambang bintang di dada, kumis, dan sayap di punggung. Selebihnya, bisa dimodifikasi.Bocoran lain, kisah Gatotkaca versi Hanung Bramantyo terjadi setelah satu manwantara. Sampai di sini publik bingung soal definisi kurun waktu manwantara.Hanung Bramantyo menjelaskan, satu manwantara itu sama dengan 300 juta tahun. Lebih tepatnya, 306,7 juta tahun. Fase manwantara atau 306 juta tahun pertama terjadi saat perang Baratayuda meletus, yakni Pandawa vs Kurawa.

“Setiap Manwantara bertambah terjadi perubahan besar. Perubahan itu terjadi tahun 2020. Pada manwantara pertama, terjadi perang yang dimenangkan Pandawa. Namun ada satu personel Kurawa yang selamat, yakni Aswatama,” terang Hanung Bramantyo.Pada manwantara kedua,Aswatama membuat revolusi dengan melenyapkan semua manusia yang berdarah Pandawa.Hanung Bramantyo bersyukur meski belum mulai syuting, promosi film Satria Dewa Gatotkaca gencar dilakukan. Salah satunya, kampanye Semesta Satria Dewa lewat e-sport.

Baca Juga : Teater Imax Keongmas Hadirkan Film Untuk Anak

Pekan ini diperkenalkan gim e-sport Battle of Satria Dewa yang digarap BANG Ideas Indonesia bersama salah satu pengembang gim terbaik Indonesia, Semisoft dan perusahaan animasi, Lumine.Pemilik BANG Ideas Indonesia, Ricky Wijaya, menjelaskan Battle of Satria Dewa bertujuan mengembangkan industri kreatif. Tujuan lain, menjaga budaya Indonesia khususnya pewayangan.Lewat Battle of Satria Dewa yang bergenre multiplayer online battle arena (MOBA), tokoh-tokoh pewayangan diperkenalkan kepada anak-anak dan remaja. “Battle Satria Dewa akan jadi cikal bakal gim yang menghadirkan IP legenda Indonesia pertama di dunia MOBA,” beri tahu Ricky.

Gim ini berfokus pada pertarungan kelompok sehingga akan terasa lebih menyenangkan untuk dimainkan.COO BANG Ideas Indonesia, Henry William Winata, menyebut, “Gim ini unik. Para pemain bisa memainkan karakter superhero khas Indonesia dengan kesaktian yang luar biasa. Battle Satria Dewa – Nusantara Arena masih dalam proses pengembangan. Gim ini dijadwalkan rilis pada Desember 2020.”

Teater Imax Keongmas Hadirkan Film Untuk Anak

Teater Imax Keongmas Hadirkan Film Untuk Anak

mediaindonesia.web.id Untuk pertama kalinya Teater Imax Keongmas menghadirkan film CGI Perdana untuk anak anak. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Teater Imax Keongmas Hadirkan Film Untuk Anak. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Teater Imax Keongmas Hadirkan Film Untuk Anak

Teater Imax Keong Mas merupakan salah satu ikon Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Selama lebih dari 35 tahun, wahana pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia ini menghadirkan sejumlah film, bukan hanya menghibur, tapi juga mengedukasi.Untuk pertama kalinya, Imax menghadirkan film computer Generated Imagery (CGI). Pelaksana Tugas Harian (Plh) Direktur Penelitian, Pengembangan dan Budaya TMII, Sigit Gunardjo mengapresiasi inovasi dengan menghadirkan film baru yang menggunakan efek layaknya tontonan Hollywood.Ya, Film Petualangan Dinos ‘Tersesaat di Negeri Dinosaurus’ adalah film garapan MediaEight Picture yang bekerja sama dengan G16 Picture. Film ini dibuat dengan memberkan efek visual yag lebih menarik, yaitu CGI.

“Ini adalah film perdana dalam bentuk CGI. Rata-rata film yang ditayangkan dalam bentuk Imax. Dan ini merupakan film kedua dalam bentuk 4K yang diputar di layar super besar hampir 600 meter persegi,” tambah Manager Teater Imax Keong Emas, Ery Subada saat ditemui di acara peluncuran Film Petualangan Dinos ‘Tersesaat di Negeri Dinosaurus’, Jakarta, Sabtu (29/12).Dalam acara tersebut, diketahui proses pembuatan film ini mamakn waktu sekitar delapan bulan. Para pemerannya dipilih dari anak-anak teater berbakat Tanah Air, seperti Azis (Dinos), Keisya (Ira), dan Benni Silaban (Marba).Agus Hendra Jaya selaku sutradara, saat berbincang dengan Tim Liputan6 menjelaskan kalau penggarapan dengan efek CGI itu bukan tanpa alasan. “Nilai edukasinya sebenarnya kami ingin memotivasi anak-anak untuk belajar tentang prasejarah. Maka dari itu kami menghadirkan film dinosaurus agar lebih dekat dengan anak-anak.”

Baca Juga : Yayan Support Malay Takut Gak Mampu Kasih Honor

Ira adalah seorang anak perempuan yang suka sekali belajar tentang hewan-hewan prasejarah. Dinos adalah seorang anak laki-laki yang suka dengan petualangan dan pemberani. Kisah ini berawal ketika Dinos dan Ira bersama teman satu kelas mengisi liburan sekolah dengan mengikuti kegiatan tamasya ke kebun raya, sambil belajar meneliti tanaman pakisSaat di hutan tanpa sengaja mereka menemukan sebuah benda seperti piring yang ternyata adalah mesin waktu yang membawa mereka masuk ke zaman purba. Di zaman itu, meręka bertemu hewan prasejarah seperti dinosaurus berbagai jenis. Melihat hal itu, Dino dan Ira sangat senang bahkan mereka sampai bermain dengan berbagai jenis dinosaurus jinak.

Tak lupa, mereka bahkan mengabadikan momen itu dengan selfie bersama hewan tersebut. Tapi sayang kegembiraan mereka harus berakhir karena mereka dikejar seekor T-Rex. Saking ketakutannyam mereka berlari ke dalam hutan belantara bersama manusia purba (Marba).Nah bagaimana nasib mereka berdua selanjutnya? Apakah mereka bisa selamat dan kembali lagi ke zaman sekarang?Supaya enggak penasaran, yuk saksikan filmya di Teater Imax Keong Mas. Oh ya, seperti dijelaskan Koamirullah selaku Executive Producer MediaEight Pictures bahwa film ini akan tayang selama dua tahun setiap hari.”Terhitung sejak 29 desember 2019 bertepatan dengan liburan akhir tahun menyambut Tahun Baru 2020,” jelas Koamirullah.

Yayan Support Malay Takut Gak Mampu Kasih Honor

Yayan Support Malay Takut Gak Mampu Kasih Honor

mediaindonesia.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Yayan Support Malay Takut Gak Mampu Kasih Honor, Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Yayan Support Malay Takut Gak Mampu Kasih Honor 

Pekan ini, Wira tayang di jaringan bioskop. Film produksi Malaysia ini digarap sineas Adrian Teh. Meski demikian, Wira menampilkan sejumlah aktor Indonesia Yayan Ruhian dan Ismi Melinda.Yayan Ruhian bercerita, awalnya ia direkrut Adrian Teh sebagai koreografer.Tugas Yayab Ruhian ,menyusun gerakan tarung antarkarakter.Belakangan, Adrian Teh meminangnya untuk menghidupkan karakter Ifrit,kepala Bodyguard Raja (Dain Iskandar Said), tokoh antagonis di Wira. Diajak main film, Yayan Ruhian tak menolak. Hal ini dibenarkan Adrian Teh.

“Awalnya saya merekrut Kang Yayan Ruhian untuk menjadi koreografer. Waktu itu saya belum tentukan aktor untuk memerankan Ifrit. Saya berpikir alangkah baiknya kalau Kang Yayan bersedia membintangi film ini,” ungkap Adrian Teh dalam sesi wawancara.Suatu hari Adrian Teh berdiskusi dengan produser dan manajer Yayan Ruhian. Mereka menjajaki kemungkinan bintang film Star Wars: The Force Awaken tampil di Wira.

Baca Juga : Miracle In Cell Siap Versi Indo

Selama diskusi, Adrian Teh diliputi rasa khawatir. “Yang pertama bikin saya risau, Kang Yayan bintang Hollywood. Saya khawatir tidak mampu membayar (honornya). Itu masalah yang agak besar,” beri tahu Adrian di Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).Di luar dugaan aktor kelahiran Tasikmalaya, 19 Oktober 1968, ini bersedia merangkap jabatan sebagai pemain dan koreografer.“Rupanya Kang Yayan sanggup menolong saya. Sebagai koreografer tarung pun saya bisa membayarnya. Kalau bukan Bang Yayan yang memerankan Ifrit, film ini tidak akan menarik,” Adrian menyambung.

Yayan Ruhian menambahkan, dalam membuat koreografi ia berpegang pada naskah, visi sineas, mengecek pelakon, dan kemampuan dasar bela diri para pemain.Film adalah penggambaran cerita dengan medium kamera. Hasil yang tampak di kamera sensitif karena langsung direspons oleh audiens.“Kalau pemainnya kidal, saya tidak akan merangkai gerakan yang bertumpu pada kaki dan tangan kanan. Pemain harus nyaman namun jangan sampai keluar skrip,” ungkapnya.

Miracle In Cell Siap Versi Indo

Miracle In Cell Siap Versi Indo

mediaindonesia.web.id Ada Indro Warkop sampai Bran Domani yang siap mengisi Miracle in Cell No 7. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Miracle In Cell Siap Versi Indo. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Miracle In Cell Siap Versi Indo

Miracle in Cell No 7 menambah panjang daftar sinema Korea Selatan yang dibuat ulang dalam versi Indonesia.Hal ini diungkap dalam sebuah video Tik Tok yang diunggah di akun Instagram resmi sejumlah artis yang membintangi Miracle in Cell No 7 versi lokal ini. Yakni Indro Warkop, Tora Sudiro, Bryan Domani, dan Vino G Bastian.Keempatnya, bersama pemain pendukung Miracle in Cell No 7 lainnya, berjoget di depan kamera, lengkap dengan kostum napi.Di bagian akhir video, diungkap informasi bahwa Miracle in Cell No 7 ini akan dirilis pada tahun ini.

Film ini bakal digarap oleh Falcon Pictures, terlihat dari unggahan serupa yang dibagikan di akun Instagram resmi rumah produksi ini.”Miracle in Cell No. 7 Comingsoon 2020,” begitu isi caption @falconpictures_.Selain video Tik Tok ini, beberapa pemain film ini juga membagikan unggahan lain. Tora Sudiro misalnya, mem-posting foto yang memperlihatkan dirinya bersandar di pundak Indro Warkop.”Kemesraan ini.. Janganlah cepat berlalu… #MICN7,” tulis Tora Sudiro.

Sementara dalam Instagram Story-nya, Bryan Domani memberikan jawaban atas pertanyaan penggemar soal rambut gondrongnya. “Buat yang nanya kenapa jenggotan dan rambut panjang. ITU KENAPA! 2020 #miracleincellno7,” tulisnya.Pengumuman tentang Miracle in Cell No 7 versi Indonesia jelas mengagetkan para penggemar film di Tanah Air, terutama yang akrab dengan sinema Korea Selatan. Banyak yang tak sabar dengan versi lokal ini, dan tak sedikit pula yang penasaran dengan penyajian film ini nantinya.Apalagi Miracle in Cell No 7 adalah film yang tak hanya sukses secara finansial, tapi juga menyentuh hati para penontonnya.

Baca Juga : Pemerintahan Berbasis Elektronik Untungkan Masyarakat

Warganet pun ramai-ramai bereaksi di kolom komentar Indro Warkop dkk.”Film sedih ini.. Bakalan dibikin lucu kah? Di tunggu jadwal tayangnye hehe,” kata @agammsyarif.”Waaaaw ada versi indonya…kereeeen…. semoga sma2 mengharukan…,” tutur @helloctaoctata_.”Pernah nnt film koreanya.. Lucu campur sedih.. Semoga versi indonesianya jg sebagus versi asli korea..,” tulis @dayucintya90.Miracle in Cell no 7 sendiri berkisah tentang seorang pria dengan keterbelakangan mental yang terancam hukuman mati meski sebenarnya ia tak bersalah. Di sel, ia bersahabat dengan napi lain, yang lantas membantunya bertemu kembali dengan anak perempuannya. Caranya, adalah dengan menyeludupkan bocah tersebut ke dalam penjara.Film yang dibintangi Ryu Seung Ryong dan Park Sin Hye ini sukses besar, menarik 12 juta penonton dalam waktu 46 hari. Dilansir dari Wikipedia, Miracle in Cell no 7 adalah film ketujuh yang paling banyak ditonton sepanjang masa di industri perfilman Korea Selatan.

Pemerintahan Berbasis Elektronik Untungkan Masyarakat

Pemerintahan Berbasis Elektronik Untungkan Masyarakat

mediaindonesia.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Pemerintahan Berbasis Elektronik Untungkan Masyarakat. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Pemerintahan Berbasis Elektronik Untungkan Masyarakat

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) saat ini tengah menyusun naskah akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).Asisten Deputi Perumusan Kebijakan dan Koordinasi Pelaksanaan Sistem Administrasi Pemerintahan dan Penerapan SPBE Kementerian PANRB, Imam Machdi, menyatakan bahwa masyarakat juga dapat merasakan keterpaduan layanan berbasis elektronik.”Masyarakat berhak untuk mendapatkan layanan berbasis elektronik, dan ini belum diatur dalam Perpres SPBE,” kata Imam dalam pernyataan tertulis, Jumat (13/12/2019).

Sebagai informasi, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE. Namun keberadaan Perpres tersebut hanya mengatur instansi pemerintah dalam penerapan SPBE yang terpadu.Lebih lanjut Imam mengatakan, keberadaan UU SPBE ini juga sebagai langkah melindungi kepentingan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain dalam penyelenggaraan SPBE. Termasuk memberikan sanksi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.”Jangan sampai ada kasus yang menghambat layanan berbasis elektronik kepada masyarakat, sehingga hak-hak masyarakat ini perlu dilindungi oleh hukum,” tegas Imam.Penyusunan naskah akademik ini menjadi jalan pembuka untuk merancang UU SPBE. Adanya peningkatan dari Perpres menjadi UU ini dinilai dapat menjadi payung hukum bagi penyelenggaraan SPBE, tidak hanya untuk pemerintah tapi juga untuk seluruh warga negara Indonesia.

“Perpres Nomor 95/2018 itu baru mengikat secara administratif. Jadi, ada baiknya terdapat UU untuk bisa mengikat secara hukum,” jelas Ketua Departemen Hukum TIK dan Kekayaan Intelektual Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Danrivanto Budhijanto.Terkait dengan keberadaan Perpres Nomor 95/2018 tentang SPBE dan juga Peraturan Menteri PANRB Nomor 5/2018 tentang Pedoman Evaluasi SPBE yang telah lebih dulu ada, hal ini membuat peluang diterapkannya omnibus law pada RUU SPBE cukup besar.Ke depannya, UU SPBE diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan antara pemerintah dan berbagai stakeholder.”Prinsip Government to Citizen (G2C), Government to Business (G2B), Government to Government (G2G), dan Government to Employee (G2E) diharapkan dapat dilaksanakan dengan adanya UU SPBE ini nantinya,” pungkas Danrivanto.

Baca Juga : Special Screening NKCTHI Tiketnya Habis Satu Menit

Kebijakan Libur Tambahan PNS Harus Didukung Infrastruktur Digital
Beberapa waktu yang lalu, muncul wacana Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS bisa bekerja dengan jam fleksibel. Konsep ini disebut dengan Flexible Working Arrangement (FWA). Konsep ini sedang digarap oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrullah menyatakan, sistem ini bisa membuat layanan publik optimal asal infrastruktur digitalnya telah tersedia.”Konsep ini membuat ASN bisa bekerja di mana saja, dengan bantuan teknologi tentunya. Namun harus ada infrastruktur yang memadai terlebih dahulu,” ujarnya.

Infrastruktur digital tersebut memungkinkan proses administrasi lebih cepat terselesaikan. Nantinya, dalam rapat-rapat tidak diperlukan kertas lagi, pun dalam tanda tangan pejabat yang biasanya membutuhkan waktu lama.Zudan mencontohkan pemanfaatan infrastruktur digital di tempat kerjanya, yaitu PNS di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.”Di Dukcapil sudah diterapkan, 500 kabupaten dan kota sudah menerapkan surat pindah digital. Akta kelahiran, tanda tangan digital. Akta kematian, tanda tangan digital. Kartu keluarga, tanda tangan digital. Jadi Kepala Dinas (daerah) kalau lagi dinas ke Jakarta, layanan tetap jalan terus,” ungkapnya.Untuk pengaturan jam kerja sendiri, Zudan menambahkan, hal itu akan berjalan seiring dengan tata kelola yang diperbaiki. PNS pun mengaku sudah siap dengan konsep jam kerja ini.”ASN/PNS tentu siap. Kita sudah tidak pakai mesin tik lagi, kita sudah pakai WhatsApp (media sosial) untuk kirim file dan sebagainya. Jadi, tinggal menunggu saja (dari pemerintah),” tutur Zudan.