Fakta Aquanus Superhero Bumilangit

Fakta Aquanus Superhero Bumilangit

Mediaindonesia.web.id – Jagat Sinema Bumilangit akan menyajikan beberapa karakter adisatria (superhero) asal Indonesia. Setelah Gundala yang akan tayang pada 29 Agustus mendatang, nantinya bakal ada banyak jagoan lain. Salah satunya Aquanus yang akan diperankan oleh Nicholas Saputra.

Meski belum tayang, namun Aquanus sudah ramai dibicarakan warganet. Bahkan sudah banyak bermunculan tentang meme-meme menarik jagoan yang memiliki kemampuan di dalam air ini.

Namun di balik semua itu, ternyata ada fakta menarik dari Aquanus yang karakternya diangkat dari sebuah komik. Apa sajakah itu?

1. Diciptakan Oleh Wid NS

Karakter Aquanus pertama kali dibuat pada tahun 1968 dalam judul Aquanus di Planet Vibhy. Superhero yang memiliki kemampuan air itu diciptakan oleh komikus Wid NS.

SBOBET adalah situs taruhan secara daring. SBOBET beroperasi di Asia yang dilisensikan oleh First Cagayan Leisure & Resort Corporation, Manila-Filipina dan di Eropa dilisensikan oleh Pemerintah Isle of Man untuk beroperasi sebagai juru taruhan olahraga sedunia. SBOBET menawarkan taruhan olahraga dalam beberapa bahasa. Sbobet biasanya disebut sebagai Situs Bandar Judi Bola Terpercaya yang sudah dikenal di Indonesi sejak tahun 2014.

2. Yogyakarta

Karakter Aquanus yang diciptakan oleh Widodo Noor Slamet atau yang akrab disapa Wid NS, mengisahkan tentang anak lak-laki dari planet Zyba.

Mengutip dari Wikipedia, cerita Aquanus di dalam komik mengambil setting di kota Yogyakarta. Maklum, sang komikus adalah pria asal Kota Gudeg.

Baca Juga : Fakta Mengenai Film Dua Garis Biru

3. Cerita Aquanus

Mengutip dari Wikipedia, Aquanus bercerita tentang penyerangan bangsa Burbur ke planet Zyba. Putra angkat Raja Sving yang masih bayi, dilarikan dengan sebuah roket ke luar angkasa dan akhirnya jatuh ke lautan di planet Bumi.

Sampai akhirnya, putra raja yang bernama Dhanus itu ditemukan dan dipelihara oleh keluarga pemburu ikan paus. Dhanus dapat dengan mudah bermain-main ke dasar lautan.

Suatu ketika saat menyelam di dasar laut, seseorang yang mengaku berasal dari Zyba, menolongnya dari serangan gurita raksasa. Orang itu tewas ditembak para penyelam. Sebelumnya, ia memberikan sabuk sinar pelangi kepada Dhanus. Sabuk ini menjadi senjata andalan Aquanus. Nama Aquanus adalah dari Aqua yang berarti air dan Nus dari Dhanus.

4. Remake

Pada 2008, telah dirilis komik baru Aquanus yang berjudul Benua Ketujuh. Komik ini di terbitkan oleh Metha Studio bekerja sama dengan Neo Paradigm Studio.

Penulis dan Pewarnaan oleh Berny Julianto, gambar oleh Arief Hargono, Dwi Aspitono dan Nico Jeremia. Di buku komik ini, Aquanus muncul dengan kostum baru dan memimpin tim pengawal kota bawah laut yang bernama Humuna-shim.

Fakta Mengenai Film Dua Garis Biru

Fakta Mengenai Film Dua Garis Biru

Mediaindonesia.web.id –  Film Dua Garis Biru yang dibintangi Zara JKT48 dan Angga Yunanda, Film karya Gina S. Noer ini bukan hanya dibintangi oleh artis muda. Beberapa nama artis senior pun turut serta dalam deretan pemeran Dua Garis Biru, seperti Dwi Sasono, Cut Mini, Arswendi serta Lulu Tobing.

Saat trailer film ini dirilis, Dua Garis Biru sempat menuai kontroversi. Tak sedikit netizen justru mengkritik film Dua Garis Biru karena dinilai memiliki konten yang negatif. Selain itu, beberapa penggemar film dari negeri Korea Selatan juga menganggap film Dua Garis Biru memiliki beberapa kemiripan dengan film Jenny, Juno.

Namun, saat perkenalan dalam gala premier film Dua Garis Biru justru menuai banyak pujian. Mulai dari jalan cerita hingga pengarahan akting dari para pemainnya.

Film yang mengisahkan sepasang remaja bernama Dara yang diperankan oleh Zara JKT48 dan Bima oleh Angga Yunanda ini pun memiliki beberapa nilai positif yang bisa diambil. Terutama sebagai edukasi mengenai seks, serta bagaimana penyelesaian masalah dalam sebuah keluarga. Sempat menuai kontroversi, berikut ini beberapa fakta mengenai film Dua Garis Biru.

1. Sempat Diboikot dan Dibuat Petisi

Sebelumnya, film Dua Garis Biru sempat mendapatkan petisi melalui situs change.org beberapa waktu lalu. Petisi tersebut bertajuk “Jangan Loloskan Film yang Menjerumuskan! Cegah Dua Garis Biru di Luar Nikah!” pada April 2019 lalu.

Namun, petisi yang menyebutkan untuk tak meloloskan film Dua Garis Biru akhirnya ditarik.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan akibat kesalahpahaman terhadap petisi kami. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan akibat petisi kami yang disalahartikan, kami memutuskan untuk menghapus petisi. Mari menjunjung tinggi etika dalam bermedia sosial,” tulis keterangan yang tercantum di laman petisi tersebut.

2. Adanya pergantian nama pemeran

Sebelumnya, nama pemeran Dua Garis Biru bukanlah Dara dan Bima. Akan tetapi, pada draft pertama dari skenario film tersebut memiliki nama pemeran Keke dan juga Aran.

Rupanya, penggantian nama pemeran tersebut bukan tanpa alasan. Gina selaku sutradara dan penulis naskah pun menuturkan mengenai perubahan nama pemeran Dua Garis Biru.

“Cerita ini sudah saya pikirkan selama 8 tahun, tapi draf pertama saya kerjakan hanya 2 hari. Nama diganti agar ada makna filosofi. Bima dalam dunia pewayangan punya fisik kuat, tapi lembut hati. Dara terinspirasi dari lagu ‘dara muda daranya para remaja ha-ha-ha!’” seloroh Gina.

Baca Juga : Beberapa Film Indonesia yang Diadaptasi dari Novel

3. Dwi Sasono sempat menangis

Rupanya film Dua Garis Biru tersebut cukup menyentuh hati dari Dwi Sasono. Ia sendiri berperan sebagai ayah Dara atau Zara JKT48 sangat menghayati perannya.

Bahkan, ketika membaca naskah Dua Garis Biru, Dwi Sasono pun langsung teringat pada anak perempuannya, Widuri. Ia juga mengungkapkan jika saat melihat Zara JKT48, ia seperti melihat Widuri.

“Itu sebabnya saat syuting di UKS sekolah, tangis saya pecah. Saat itu pengin rasanya memukuli Angga Yunanda. Saya sudah menganggap Zara seperti anak sendiri,” ungkap Dwi Sasono yang ditemui di Jakarta Selatan.

4. Film pertama Lulu Tobing setelah vakum 7 tahun

Film Dua Garis Biru sendiri menjadi awal bagi Lulu Tobing untuk kembali ke dunia entertainment. Pasalnya, film ini menjadi film pertama yang dimainkan oleh Lulu Tobing setelah vakum selama 7 tahun.

Film terakhir yang dibintangi Lulu Tobing adalah Negeri 5 Menara pada 2012 lalu.

5. Debut Gina S. Noer sebagai sutradara

Rupanya film Dua Garis Biru juga sebagai tanda untuk debut Gina S.Noer sebagai sutradara. Sang produser Dua Garis Biru, Chand Parwez Sevia, memang cukup dikenal sebagai orang yang mampu mengorbitkan sutradara baru. Beberapa di antaranya ialah Raditya Dika dan Ernest Prakasa.

“Saya tahu kenapa harus melakukan itu. Banyak skrip yang saya pegang lalu tidak saya bikin. Kalau ada peraaan yang kuat terhadap skrip, saya akan kejar dan membahasnya sampai tuntas. Kalau kali pertama bertemu orang langsung klik, merasakan marwahnya, maka orang itu akan saya pilih jadi penulis sekaligus sutradara. Bukan saya yang pintar, tapi ada energi positif datang ke saya,” ujar Parwez.

Beberapa Film Indonesia yang Diadaptasi dari Novel

Beberapa Film Indonesia yang Diadaptasi dari Novel

Mediaindonesia.web.id – Industri perfilman Tanah Air semakin diminati oleh publik. Tidak mengherankan jika rumah-rumah produksi film semakin gencar dalam meningkatkan kualitas perfilman. Untuk menghasilkan film yang menarik, beberapa film Indonesia diadaptasi dari sebuah novel.

Saat ini, industri film Indonesia sedang diramaikan oleh dua film yang diadaptasi dari novel. Film Bumi Manusia dan Perburuan diadaptasi dari novel sastra karya Pramoedya Ananta Toer. Bahkan, Bumi Manusia sempat menduduki trending topic di Twitter.

Bumi Manusia berlatar masa penjajahan kolonial Belanda. Mengisahkan tentang perjuangan seorang pribumi dalam melawan pengadilan Belanda. Sedangkan Perburuan berlatar masa penjajahan kolonial Jepang. Perburuan mengisahkan tentang perjuangan seorang shodanco yang berjuang memerdekakan Indonesia.

Berikut film Indonesia yang diadaptasi dari novel di industri film nasional, 10 tahun terakhir.

1. Laskar Pelangi

Film Laskar Pelangi sempat menjadi pembicaraan publik pada 2008. Laskar Pelangi diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama. Laskar Pelangi mengisahkan tentang perjuangan anak-anak di Bangka Belitung dalam segala keterbatasannya. Mereka pantang menyerah untuk menggapai mimpinya.

Bisa dibilang, Laskar Pelangi merupakan film yang sukses di box office Indonesia. Film produksi Miles Films ini berhasil meraih 4,7 juta penonton. Dikabarkan, film Laskar Pelangi telah meraup Rp 165 miliar.

2. Critical Eleven

Critical Eleven rilis pada 5 Mei 2017. Film berjenis drama romantis ini menggandeng Adinia Wirasti dan Reza Rahadian sebagai bintang utama. Film Critical Eleven menjadi film pertama yang diadaptasi dari novel karya Ika Natassa.

Pada pertengahan 2017, Critical Eleven menjadi urutan ke-4 dalam film Indonesia terlaris. Critical Eleven telah disaksikan oleh 877 ribu penonton. Pendapatan kotor yang didapat film Critical Eleven sebesar Rp 30,7 miliar.

Baca Juga : Rumah Kentang The Beginning Bernuansa Horror

3. Danur: I Can See A Ghost

Danur diadaptasi dari sebuah novel berjudul Gerbang Dialog Danur karya Risa Saraswati. Film bergenre horor ini disutradarai oleh Suryadi. Film Danur diramaikan oleh Prilly Latuconsina, Sandrianna Michelle, Shareefa Daanish, Indra Brotolaras, dan Kinaryosih.

Danur mengisahkan tentang kehidupan Risa Saraswati (Prilly Latuconsina) sebagai anak indigo. Film ini berhasil meraih 2,7 juta penonton pada paruh 2017. Pendapatan kotor film Danur ditaksir mencapai Rp 95 miliar.

4. Dilan 1990

Film Dilan 1990 diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq dengan judul yang sama. Diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla, film ini sukses membuat publik baper. Sesuai judulnya, tahun 1990 dipilih untuk menjadi latar film Dilan.

Dilan 1990 mengisahkan tentang perjuangan Dilan (Iqbaal Ramadhan) dalam merebut hati Milea (Vanesha Prescilla). Sejak pertama kali ditayangkan pada 25 Januari 2018, Dilan 1990 sukses meraih 4,3 juta penonton.

Rumah Kentang The Beginning Bernuansa Horror

Rumah Kentang The Beginning Bernuansa Horror

Mediaindonesia.web.idRumah produksi Hitmaker Studios memperkenalkan film anyar terbarunya yang bertajuk Rumah Kentang: The Beginning. Karya ini akan memiliki warna baru mengingat Rizal Mantovani yang akan menduduki kursi sutradara.

Beberapa film sebelumnya, sang produser Rocky Soraya senantiasa bekerja merangkap sebagai sutradara. Kali ini berbeda, sentuhan semi slasher yang biasa disuguhkan Rocky Soraya sepertinya takkan muncul.

“Ini lebih berbeda dengan film Hitmaker yang lain, karena dari produser kita juga mau coba hal yang lain. Dari ceritanya yang kemarin-kemarin itu kan semi slasher, a lot of blood, yang ini lebih ambience, cerita, terus lebih ke karakter,” ucap Luna Maya yang memerankan tokoh Sofi ditemui usai syuting Rumah Kentang: The Beginning di kawasan Pengalengan, Jawa Barat.

“Jadi horor benaran kalau kata Rocky. Dulu kan pakai setan yang berdarah-darah, di sini enggak begitu banget. Lebih ke cerita yang dibangun sehingga penonton bisa larut dalam suasana horornya,” imbuh Luna Maya.

Chemistry

Seperti di film Sabrina dan The Doll 2, Luna Maya akan dipasangkan dengan Christian Sugiono. Luna Maya pun mengaku tak menemui kendala berarti saat beradu akting dengan suami Titi Kamal tersebut.

Baca Juga : Film Sri Asih Akan Tayang Menyusul Gundala

“Cukup chemistry-nya karena sudah lama, film sebelumnya di Sabrina, di PH yang sama perannya juga suami istri. Jadi tinggal bikin sesuai dengan skrip. Di sini saya jadi Adrian, seorang penulis novel yang sukses, tetapi karena ada suatu hal jadi enggak sukses novelnya,” ucap Christian Sugiono.

“Aku jadi Sofi istrinya Adrian. Dia yang menulis novel, aku yang buat ilustrasi, kan ini settingan-nya tahun 80-an. Jadi novelnya ada ilustrasi,” timpal Luna Maya.

Dipadu dengan Fiktif

Sementara untuk Rumah Kentang: The Beginning, pengambilan cerita akan difokuskan pada kisah Rumah Kentang di Bandung, Jawa Barat. Cerita mistis yang beredar di masyarakat itu akan dipadukan dengan beberapa fiktif sebagai bumbu pelengkap.

“Aku enggak tahu di mana Rumah Kentangnya. Katanya ada banyak ya, enggak tahu mana yang asli. Ada yang di Bandung, Pondok Indah, Darmawangsa, dan Bogor. Nah kami ambil setting yang di bandung kayaknya. Sesuai base on true story. tapi ada fiktifnya juga. Dari banyak versi kami ambil yang bisa related,” tutup Luna Maya.

Sebagai tambahan, admin kami juga menyediakan berbagai macam informasi yang menarik mengenai permainan game online yang saat ini sedang terkenal dan fenomenal di Indonesia melalui link url http://www.ezzurumsohbet.com/ yang bisa anda akses langsung. Didalam Situs Tersebut menyediakan berbagai macam informasi tentang game bola, game tembak ikan, game sabung ayam dan masih banyak game jenis lainnya.

Film Sri Asih Akan Tayang Menyusul Gundala

Film Sri Asih Akan Tayang Menyusul Gundala

Mediaindonesia.web.id – Tentunya sebentar lagi di Indonesia tepatnya tanggal 29 agustus nanti film mengenai pahlawan bernama gundala akan tayang, banyak warga Indonesia yang antusias akan film ini. kan tetapi tidak hanya itu saja, Jagat Sinema Bumilangit  ini diperkenalkan secara resmi di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, diumumkan siapa aktor dan aktris yang bergabung dalam Jagat Sinema Bumilangit sekaligus film yang masuk di dalamnya.

Dari sini diketahui bahwa setelah Gundala, film kedua yang akan tayang dari jagat sinema ini adalah Sri Asih. Pemeran tokoh jagoan wanita ini, adalah Pevita Pearce.

Produser kreatif Bumilangit sekaligus sutradara Gundala Joko Anwar membocorkan sejumlah detail mengenai proyek Sri Asih.

“Next, Sri Asih. Skrip sudah mulai dibuat tahun ini. Sangat Indonesia,” ujarnya.

Satu Era dengan Gundala

Joko Anwar mengatakan karakter Sri Asih berasal dari era Patriot dalam jalinan cerita Jagat Bumilangit, masa yang sama dengan tokoh Gundala, Godam, Tira dan Sembrani.

Sekadar informasi, Jagat Bumilangit dimulai sejak era Letusan Toba 75000 SM dan terbagi atas empat era yakni Legenda, Jawara, Patriot dan Revolusi.

Joko mengatakan, sama seperti film Gundala, Sri Asih akan menitikberatkan pada karakter dan cerita yang kuat, sehingga membutuhkan pemain yang bertalenta baik. Itulah alasan Pevita terpilih.

Baca Juga : Beberapa Film Indie Karya Anak Bangsa Terbaik

Benang Merah

Nantinya selain karakter Sri Asih, Screenplay – Bumilangit juga menghadirkan sederet karakter jagoan lain antara lain Tira (diperankan Chelsea Islan), Godam (Chicco Jerikho), Mandala (Joe Taslim), dan Aquanus (Nicholas Saputra).

Karakter-karakter tersebut akan muncul satu per satu dalam film dengan sutradara berbeda. Kendati begitu, Joko menjamin karakter dan cerita akan sangat terjaga.

“Kami sudah membuat benang merah cerita dan perkembangan tiap karakter. Nantinya dikembangkan lagi oleh setiap sutradara dan penulis untuk tiap filmnya. Jadinya, karakter dan cerita akan sangat terjaga,” tutur Joko.

Itulah pembahasan mengenai film Sri Asih yang akan datang setelah film gundala nanti guys, apa kalian penasaran akan jadi seperti apa film Gundala ataupun Sri Asih?